Peledakan di Kaltim Terkait JI?

Peledakan di Kaltim Terkait JI?

- detikNews
Senin, 14 Feb 2005 22:52 WIB
Jakarta - Masih ingat peledakan di Kaltim awal tahun 2005 lalu? Pelaku peledakan diduga terkait dengan kelompok Jemaah Islamiah, kelompoknya Dr. Azahari. Ihwal dugaan kaitan peledakan tersebut dengan kelompoknya Azahari berawal dari temuan Polri di rumah kontrakan tersangka Sujono alias Sugiono. Sugiono ditemukan terluka akibat peledakan 8 Januari 2005 lalu di Jl Sudirman Rt 8 No 29 Klandasan Ulu, Balikpapan, kalimantan Timur. "Ada dokumen yang terkait dengan kelompok teroris yang sudah ada. Apakah ini otentik atau tidak sedang diselidiki. Dokumen seperti cara buat bom, juga ada dokumen tentang aturan mereka. Ini sedang dicocokkan karena hanya fotokopi-an," kata Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar menjawab pertanyaan detikcom di sela-sela rapat kerja Kapolri dengan Komisi III DPR RI, di Gedung Nusantara II DPR-MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/2/2004). Dari rumah kontrakan tersebut disita sejumlah fotocopy dokumen seperti dokumen Nidhom Asasi yang terdiri dari 15 bab dan 34 pasal. Dokumen ini semacam Pupji-nya Jemaah Islamiyah yang ditemukan Polri di rumah salah satu terpidana Bom Bali, Saad, akhir 2003 lalu di Solo. Dokumen tersebut berisi ajaran fundamental, pertentangan antara negara Islam dan Barat, gerakan teroris di Indonesia serta lampiran-lampiran tata cara merakit bom dan latihan menembak. Namun Kapolri mengungkapkan adanya perbedaan antara peledakan yang terjadi di Kaltim dengan peledakan yang biasanya dirancang oleh Azahari. "Jenis bomnya beda. Kalau kelompok Azahari kan canggih. Sedangkan dia masih pakai tabung," jelas Kapolri singkat. Menurut penjelasan tertulis Kapolri kepada Komisi III DPR dijelaskan bahwa ledakan bom tersebut berasal dari sebuah pipa stainless steel yang berisi serbuk belerang dan korek api. Suyono kini masih ditahan karena melanggar UU No.15 tahun 2003 pasal 16 jo pasal 187 KUHP. "Sisanya masih dikejar," demikian Kapolri. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads