Militan Al-Qaeda Penyandera 4 Orang di Prancis Berniat Rampok Bank

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 19:21 WIB
Paris, - Penyanderaan yang terjadi di sebuah bank di Toulouse, Prancis, diawali oleh upaya perampokan oleh pelaku yang mengklaim sebagai militan Al-Qaeda. Karena tidak diladeni, pria bersenjata ini kemudian menyandera 4 orang, termasuk sang manajer bank.

Upaya perampokan ini terjadi di salah satu cabang bank bernama Credit Industrial and Commercial (CIC) yang ada di kawasan Toulouse. Pelaku mendatangi bank ini sekitar pukul 11.00 waktu setempat dan kemudian melakukan aksinya.

"Ini adalah sebuah percobaan perampokan bersenjata yang beralih menjadi penyanderaan," ujar juru bicara kepolisian setempat, Cedric Delage, seperti dilansir oleh Daily Mail, Rabu (20/6/2012).

Menurut Delage, ketika salah seorang staf bank menolak untuk menyerahkan uang tunai kepadanya, pelaku langsung mengambil beberapa orang yang ada di dalam bank sebagai sandera. Kemudian, pria bersenjata ini meminta dirinya dipertemukan dengan tim unit RAID yang menembak mati Mohamed Merah pada 22 Maret lalu.

Mohamed Merah merupakan pria yang melakukan penembakan terhadap 7 orang, yang terdiri atas 3 tentara, 3 anak-anak dan seorang guru di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse. Merah akhirnya ditembak mati pada Maret lalu, setelah polisi melakukan penggerebekan selama 32 jam berturut-turut.

Hal tersebut yang menimbulkan dugaan bahwa pria ini bernita balas dendam atas hal yang terjadi pada Merah. Terlebih diketahui bahwa Bank CIC ini hanya berjarak 91 meter dari apartemen Merah yang digerebek polisi dan menjadi lokasi tewasnya pria berusia 23 tahun tersebut.

"Seorang manajer bank dan sejumlah staf lainnya menjadi sandera. Sebuah tembakan dilepaskan dan situasi semakin tegang," tutur salah seorang polisi di lokasi.

Saat ini, polisi telah mengepung lokasi penyanderaan dan tengah mengupayakan dialog dengan pelaku. Imbas dari penyanderaan ini, para siswa sebuah kompleks sekolah yang ada di dekat lokasi terpaksa dipulangkan lebih awal.

"Ada sebuah sekolah di dekat lokasi kejadian. Seluruh muridnya telah dievakuasi. Jalanan yang ada di dekat lokasi juga telah ditutup," imbuh polisi tersebut.

Evakuasi para murid sekolah ini dibenarkan oleh seorang staf sekolah Caousou. Dia memastikan sekitar 2.000 siswa, mulai dari TK hingga SMA, telah dipulangkan lebih awal.

(nvc/vit)