DetikNews
Selasa 10 Mei 2016, 10:48 WIB

Wali Kota Kontroversial Rodrigo Duterte Menangi Pemilihan Presiden Filipina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Wali Kota Kontroversial Rodrigo Duterte Menangi Pemilihan Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
Manila, - Wali Kota Davao, Rodrigo Duterte yang dikenal kontroversial, dipastikan memenangi pemilihan presiden Filipina. Pria berumur 71 tahun ini memang merupakan kandidat yang paling dijagokan publik.

Menurut data dari lembaga monitor yang diakreditasi pemerintah, PPCRV, perolehan suara Duterte telah berada jauh di atas rival terdekatnya, Mar Roxas, yakni unggul dengan selisih 5,92 juta suara. Perolehan suara ini tak akan bisa dikejar lagi oleh rival Duterte mengingat saat ini, sudah 89 persen suara yang dihitung.

Duterte pun menyatakan siap menerima mandat rakyat ini.

"Dengan kerendahan hati, kerendahan hati yang sangat besar, saya menerima ini, mandat rakyat," tutur Duterte seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (10/5/2016).

Menurut Duterte, platform hukum dan ketertibannya merupakan kunci keberhasilannya dalam pemilu ini.

"Apa yang bisa saya janjikan adalah bahwa saya akan melakukan yang terbaik, bukan hanya di jam-jam saya terjaga, bahkan juga di dalam tidur saya," kata Duterte.

Menurut PPCRV, sejauh ini Duterte telah meraih 38,65 persen suara, sementara Roxas mendapat 23,16 persen dan Senator Grace Poe di tempat ketiga dengan 21,71 persen.

Poe pun menyampaikan ucapan selamat kepada Duterte atas kemenangannya.

"Sebagai pendukung kuat reformasi pemilihan, saya punya keyakinan kuat pada suara dan sentimen rakyat kita. Saya menghormati hasil pemilihan kita," ujar Poe kepada para wartawan di Manila.

"Saya mengucapkan selamat kepada Wali Kota Rodrigo Duterte dan menjanjikan dukungan saya dalam bekerja untuk memulihkan tanah air kita dan menyatukan rakyat kita menuju pembangunan berkelanjutan negara kita," tandasnya.

Sosok Duterte yang menjadi favorit publik, dianggap mengkhawatirkan oleh pemerintahan Presiden Benigno Aquino. Retorika berapi-api dan sumpah Duterte untuk membunuh setiap pelaku kriminal, menuai kekhawatiran akan kepemimpinan bergaya otoriter. Pekan lalu, Presiden Aquino meminta kandidat lainnya untuk bersatu dan menghalangi Duterte memenangi pemilu.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed