detikNews
Jumat 15 Januari 2016, 05:53 WIB

Indonesia Negara ke-13 yang Jadi Target Serangan ISIS Dalam 2 Tahun Terakhir

Rini Friastuti - detikNews
Indonesia Negara ke-13 yang Jadi Target Serangan ISIS Dalam 2 Tahun Terakhir Foto: AFP
New York, - Sepanjang tahun kelompok jihadis esktrem Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah melakukan sejumlah penyerangan di beberapa kota seluruh dunia. Ratusan orang tak bersalah tewas dalam aksi brutal tersebut.

Seperti dilansir New York Times, Jumat (15/1/2016) yang telah melakukan analisis terkait penyerangan yang dilakukan oleh ISIS sepanjang tahun 2015 dan awal tahun 2016, Indonesia merupakan negara ke-13 di luar Suriah dan Irak, yang menjadi target teror mereka.

Sepanjang tahun 2015 hingga awal tahun 2016, ada 13 negara yang telah menjadi sasaran utama sejumlah serangan. Ke-13 negara tersebut antara lain Perancis, Libya, Lebanon, Mesir, Tunisia, Saudi Arabia, Libya, Yaman, Bangladesh, Kuwait, Afghanistan, Turki serta Indonesia.

Serangan ISIS yang paling menyedot perhatian dunia pada tahun 2015 terjadi pada tanggal 11 Januari 2015, saat dua orang pria bersenjata dengan senapan Kalashnikov AK-47 menyerang kantor media mingguan, Charlie Hebdo. Penyerangan itu berdasarkan adanya karikatur satir Islam dan agama lainnya di dalam kantor redaksi tersebut.

Serangan kedua yang juga menyita perhatia  dunia terjadi pada 26 Juni 2015, saat seorang pemuda secara membabi buta menembakkan senjata api di Hotel Riu Imperial, Tunisia. Penembakan itu membuat 38 orang turis asal Eropa tewas dalam insiden berdarah tersebut. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan ini.

Tanggal 13 November menjadi malam yang mencekam bagi warga Paris, Perancis. Setelah serangan Charlie Hebdo, kali ini sedikitnya tujuh lokasi berbeda di wilayah Paris dilanda serangan teror yang memakan korban jiwa.

Sumber keamanan Paris mengatakan akibat serangan teror ini korban tewas mencapai total 153 orang. Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut 112 orang di antaranya tewas di Gedung Konser Bataclan. Lagi-lagi pihak ISIS mengatakan bahwa mereka bertanggungjawab atas aksi penembakan dan ledakan tersebut.

Di awal pergantian tahun 2016 tepatnya tanggal 12 Januari, ledakan besar terjadi di kawasan Sultanahmet, distrik wisata bersejarah di Istanbul, Turki. Sedikitnya 10 orang tewas dan 15 orang lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi di lapangan Sultanahmet di jantung wisata Istanbul, kota terpadat penduduknya di Turki. Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu memastikan pelaku bom bunuh diri itu merupakan anggota ISIS. Pelaku masuk ke wilayah Turki dari perbatasan Suriah.

Tanggal 14 Januari 2016, ledakan bom terjadi di sebuah pos polisi dan gerai kopi Starbuck di Jl MH Thamrin, Jakarta. Aksi ini juga menyebabkan 1 WNI dan 1 WN Kanada meninggal, sementara 23 orang lainnya mengalami sejumlah luka. Lima pelaku juga dinyatakan tewas setelah dua diantaranya melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan bom.
(rni/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com