DetikNews
Senin 30 Nov 2015, 06:59 WIB

Jelajah Australia

Hebat! WNI 27 Tahun ini Jadi Petinggi Start Up Global di Sydney

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Hebat! WNI 27 Tahun ini Jadi Petinggi Start Up Global di Sydney Willix Halim (Foto: Nograhany WK)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Sydney - Willix Halim, pemuda asal Medan ini sudah menjadi petinggi start up yang berbasis di Sydney, freelancer.com. Seperti apa kiprahnya?

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 27 tahun lalu itu pindah ke Australia saat usianya 16 tahun kemudian melanjutkan kuliah di bidang robotika Universitas Melbourne. Sekitar 4 tahun lalu bergabung dengan freelancer.com kala perusahaan itu sudah berusia sekitar 2 tahun.

"Founder dan CEO-nya Matt (Matt Barrie), saya joint after one or two years after that. Awalnya kecil, di Kingstreet Wharf about 20 people, 4 tahun lalu pas aku joint tumbuh terus, tumbuh terus," ujar Willix kala diwawancara detikcom dan RCTI -atas undangan Australia Plus ABC International- di kantornya, Ernst and Young Tower, Sydney, New South Wales, Australia, pada September 2015 lalu.  

Willix bertemu Matt di suatu konferensi. "Sekarang posisinya, Vice President of Growth, tujuannya supaya tanggung jawab untuk pertumbuhan freelancer," imbuhnya.

Situs freelancer.com adalah situs yang mempertemukan perusahaan dan profesional dengan proyek-proyek lepas alias freelance. Di situs ini, perusahaan memposting proyek lepas beserta plafon nilai proyeknya. Nah profesional lepas kemudian menyodorkan proposal portofolio beserta nilai proyeknya. Seperti lelang, perusahaan kemudian memilih profesional lepas terbaik dari portofolio dan nilai proyek yang ditawarkan.

"Freelancer, job kita matchmaking employer dan freelancer. Employer posting job. Kita sebagai platform supaya employer sama freelancer bisa kerjakan project dengan murah," imbuh Willix.

Hingga kini, menurut Willix, 1 bulan situsnya memuat 200 ribu proyek yang akan diperebutkan para freelancer. Nilai proyek itu per tahun mencapai AU$ 1 miliar (Rp 10 triliun).

"Freelancer project-nya banyak. Nggak bisa pilih negara supaya bisa lebih adil dan fair," papar dia.

Pasar freelancer sendiri, baik pemberi proyek dan pekerja lepasnya, per September 2015, menurut Willix sekitar 16 juta orang. Di Indonesia sendiri ada 1 juta orang.

"User Indonesia 1 juta, target naik. Sebelumnya, 2 tahun lalu, 60 ribu doang. Sekarang 1 juta, banyak," jelas dia.

Untuk tiap nilai project yang didapatkan oleh freelancer, pihak freelancer.com mengenakan komisi 3-10%. Makin loyal seorang freelancer, komisi yang dibayarkan makin rendah.

Kini, perusahaan yang didirikan 2009 lalu dan bermula dengan 20 karyawan bisa memberdayakan 470 karyawan. Masing-masing 100 karyawan di Australia, 200 karyawan di Filipina dan sisanya tersebar di Kanada dan Inggris.

"Rencananya kami mau buka kantor dan melakukan engineering something there. Mungkin kami mencari sekitar 100 karyawan lagi tahun depan," imbuhnya.

Di kantor pusat freelancer.com yang Sydney, NSW, Australia ini, juga ada karyawan Indonesia. "Karyawan Indonesia dulu 5 orang, sekarang cuma tinggal 2 orang, di mana saya mengangkat mereka dari Melbourne University. Kebanyakan IT," tuturnya.

Selain itu, freelancer.com sudah menjadi perusahaan terbuka dan melantai di bursa saham pada 2 tahun lalu. Sekarang, valuasinya sekitar Rp 7 triliun dari nilai awal perusahaan ini sejak 2009 lalu yang hanya sekitar Rp 30 miliar.

Sebelum go public 2 tahun lalu, Willix mengatakan banyak perusahaan yang menyatakan minat untuk mengakuisisi freelancer.com. Namun kini, freelancer.com juga mengakuisisi beberapa perusahaan.

"Kita banyak (yang berminat mengakuisisi) sebelum go public. recruit.co mau akuisisi kita AU$ 500 juta (Rp 5 triliun), ada IB yang approach kita. On the mid term kita juga banyak akuisisi company, sekitar 11-12 perusahaan start up yang masih kecil," jelas dia.

Dicecar apakah tidak tergoda dengan tawaran akuisisi dari pihak lain, Willix menjawab, "Kami sudah public ya company-nya, kalau mau jual bisa jual langsung. Cuma kami nunggu yang nge-bid ten times," tuturnya.

Ke depan, Willix yang bertanggung jawab atas pertumbuhan freelancer memiliki visi meraih miliaran pengguna dan menjadikan pencarian pekerjaan online sebagai penghasilan utama.

"Kami mau mikir supaya kami lebih besar, tujuan visi kita ada 1 billion (miliar) users by the end of 2020. Itu goal kita, mikirnya harus banyak supaya company bertumbuh lebih besar lagi," ungkapnya.

Ditanya tentang proyek selanjutnya, Willix mengatakan akan membuat situsnya lebih terjangkau komunitas lokal di tiap negara.

"Buat online job itu cash cow kita istilahnya, karena mayoritas pendapatan kita datang dari sana. Inisiatif kita local job di mana hire freelancer lingkungannya, supaya bisa melakukan sesuatu yang local-local job gitu. Ya lebih mirip ke Go-Jek atau Grab Bike," tuturnya.

Meski sudah menjadi petinggi start up global di Sydney dan memiliki status permanent residence, Willix menginginkan kembali ke Indonesia suatu saat nanti.

"Saya masih mau kembali, iyalah saya masih cinta Indonesia," tegasnya mantap.

Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!






(nwk/nrl)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed