DetikNews
Selasa 17 November 2015, 18:03 WIB

2 Karyawan Bandara Mesir Diduga Kuat Memuat Bom ke Pesawat Metrojet

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
2 Karyawan Bandara Mesir Diduga Kuat Memuat Bom ke Pesawat Metrojet Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Moskow -
Pemerintah Mesir menahan dua karyawan bandara Sharm al-Sheikh terkait jatuhnya pesawat Metrojet Rusia pada tanggal 31 Oktober 2015. Mereka diduga kuat memasukkan bom dalam pesawat nahas itu.
 
"Sebanyak 17 orang ditahan dan dua dari mereka terbukti telah membantu memasukan bom ke dalam pesawat di bandara Sharm al-Sheikh," ujar salah satu pejabat yang tak disebutkan namanya seperti dilansir Reuters, Selasa (17/11/2015).
 
Sedangkan Kepala keamanan federasi Rusia (FSB) Alexander Bortnikov mengatakan pihaknya menyimpulkan bom rakitan yang mengandung sekitar 1 kg (2 lbs) dari TNT telah meledakkan pesawat Metrojet. 
 
"Kami tegaskan itu aksi teroris!" kata Bortnikov
 
Sebelumnya, FSB mengatakan akan memberikan imbalan sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 687 miliar bagi yang bisa memberikan informasi. Informasi mengenai pelaku teroris di balik jatuhnya pesawat yang menewaskan 224 penumpang.
 
FSB juga meminta agar pelaku bisa teridentifikasi dengan segera. Agar secepatnya bisa tertangkap.
 
"Kami akan memberikan hadiah sebesar US$ 50 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi dan menangkap pelaku," kata FSB dalam situs resminya.
 
Pesawat jenis Airbus A-321 milik maskapai Rusia, Metrojet atau yang memiliki nama resmi Kogalymavia, jatuh selang 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh, Mesir menuju St Petersburg Rusia pada 31 Oktober 2015 lalu.



(yds/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed