Kasun berangkat ke Purwodadi bersama keluarganya 17 Agustus lalu. Ia sebenarnya sudah berencana balik ke Jakarta lagi keesokan harinya.
"Tapi singgah dulu di Semarang buat ambil barang paketan. Tanggal 22 Agustus baru ke Jakarta," tutur Kasun yang mengaku mudik sambil bekerja ini, Kamis (23/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di jalan pasrah saja, sudah nggak ada harapan lagi," kata Kasun yang baru tiba pukul 07.30 WIB tadi.
Saat tiba, ia menemukan rumahnya yang tidak lagi tersisa akibat kobaran api 21 Agustus lalu. Seluruh surat berharga serta ijazah milik anaknya tak ada yang berhasil diselamatkan.
Istri Kasun sendiri belum dikabari hingga saat ini. Sang istri, lanjut Kasun, sengaja tidak diberitahu lebih dulu karena masih dalam perjalanan balik ke Jakarta.
Meski begitu, Kasun masih bersyukur, dia dan keluarganya bisa lolos dalam peristiwa ini. Kini yang bisa dilakukannya bagaimana melanjutkan hidup dengan kondisi yang terbata.
"Yang penting bagaimana (anak) bisa sekolah lagi. Bagi saya, keluarga yang penting pada selamat semua, harta bisa dicari. Namanya musibah mau apalagi," ujarnya dengan wajah menahan sedih.
(mok/nrl)











































