Polemik Rebutan Gelar Sultan Palembang

- detikNews
Sabtu, 02 Des 2006 22:59 WIB
Palembang - Meskipun sudah dibubarkan sejak 1821, masyarakat Palembang ternyata masih memiliki kepentingan dengan eksistensi Kesultanan Palembang Darussalam. Buktinya, setelah Raden Mas Iskandar Mahmud Badaruddin dilantik menjadi Ketua Umum Himpunan Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, reaksi penolakan maupun dukungan pun bermunculan.Salah satu pihak yang menolak yakni pendukung Raden Mas Prabu Diraja, yang beberapa tahun lalu, mengklaim dirinya sebagai Sultan Mahmud Badaruddin III.Menurut pendukung RM Prabu Diraja dalam beberapa diskusi yang diselenggarakan organisasi Kobar 9, dengan dilantiknya RM Iskandar Mahmud Badaruddin, hal ini malah menimbulkan kebingungan di masyarakat soal posisi sultan Palembang."Kita akan mencari bukti siapa yang paling berhak menjadi sultan, di antara keduanya," kata Febri Al-Lintani, juru bicara Kobar 9, kepada pers di Palembang, Sabtu (2/12/2006).Sementara menurut budayawan Palembang, Djohan Hanafiah, sebenarnya saat ini sudah tidak ada lagi Sultan Palembang dalam arti keturunan darah."Sebab sejak 1821, Kesultanan Palembang Darussalam resmi dibubarkan," katanya kepada detikcom, ditenui di tempat yang sama.Djohan menambahkan, seandainya masih ada keturunan dari Kesultanan Palembang Darussalam, hal itu bukan berarti dapat membentuk kembali Kesultanan Palembang Darussalam. "Kalau diambil secara darah atau keturunan, mana mungkin dapat menjadi sultan, sebab mana rakyatnya ? Mana istananya ? Mana peradilan atau hukumnya ? Mana kekayaannya ? Kan sudah tidak ada lagi," urai Djohan.Namun, seandainya ada "sultan" namun dilihat hanya sebagai sebuah simbol dari masyarakat adat, hal itu justru memungkinkan. "Ya, hanya sebuah simbol, yang dapat dipilih setiap lima tahun sekali. Jadi, menurut saya dilantiknya Iskandar Mahmud Badaruddin sebagai ketua zuriat Kesultanan Palembang Darussalam itu lebih rasional dibandingkan mengklaim sebagai Sultan Mahmud Badaruddin III," jelas Djohan.Sementara RM Prabu Diraja sendiri kepada pers menjelaskan polemi adanya dua sultan di Palembang tidak perlu diperdebatkan. "Di Solo saja ada dua sultan. Siapa yang diterima, ya, terserah masyarakat," tegasnya.Sebagai informasi, RM Iskandar Mahmud Badaruddin merupakan keturunan Pangeran Purboyo bin Sultan Mansyur Jayo Ing Lago, sementara RM Prabu Diraja merupakan salah satu keturunan Sultan Mahmud Badaruddin dari selirnya (istri pertama dan anak-anaknya ikut lari ke Ternate), tapi "jatah sultan" Sultan Palembang sudah diambil oleh keturunan Sultan Mahmud Badaruddin II lainnya, yakni Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu, sebagai Sultan Palembang terakhir sebelum bubar pada 1821.

(tw/ndr)