DetikNews
Selasa 17 Januari 2017, 11:16 WIB

Video Pidato Mega soal Peramal Masa Depan yang Disoal Habib Rizieq

Erwin Dariyanto - detikNews
Video Pidato Mega soal Peramal Masa Depan yang Disoal Habib Rizieq Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato di HUT PDIP, Selasa (10/1/2017) pekan lalu. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pidato Megawati Soekarnoputri di HUT PDIP ke-44 pada Selasa (10/1/2017) pekan lalu berbuntut panjang. Imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab berencana melaporkan pidato Ketua Umum PDIP itu ke polisi.

Seperti apa video pidato Megawati tersebut?

Pernyataan yang dipersoalkan oleh Habib Rizieq itu berada di bagian awal pidato Megawati. Mulanya Mega menegaskan bahwa PDIP adalah partai ideologis dengan ideologi pancasila. Dengan diakuinya 1 Juni 1945 sebagai hari lahir, kata dia, Pancasila adalah ideologi sah bangsa Indonesia.

Namun, menurut Mega, Pancasila sebagai ideologi bangsa akhir-akhir ini terganggu. Ada sekelompok orang yang berusaha memaksakan ideologi tertutup. "Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi," kata Mega dalam pidatonya.

Para penganut ideologi tertutup ini melakukan tindakan yang hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.

"Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa "self fulfilling prophecy", para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya," papar Mega.

Kalimat Mega yang menyebut 'peramal masa depan' itulah yang dipersoalkan Habib Rizieq. "Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!" kata Rizieq di Mabes Polri, Senin (16/1).

Inilah cuplikan video pidato Mega itu.


(erd/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed