detikNews
Kamis 17 November 2016, 16:59 WIB

Beri Kuliah Umum di UKI, Panglima TNI: Jaga Bhinneka Tunggal Ika

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Beri Kuliah Umum di UKI, Panglima TNI: Jaga Bhinneka Tunggal Ika Foto: Ahmad Masaul Khoiri-detikcom
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kuliah umum di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur. Gatot mengimbau para mahasiswa untuk selalu .

Sebelum memberikan paparan, Gatot sempat berkelakar dengan mengutip isi dari kitab suci umat Kristiani. Namun ia enggan melanjutkan karena takut di 'Ahok-kan' dan peserta pun riuh dengan tawa.

"Saya suka sekali kampus kasih ini, kampus kebhinekaan. Mari kita berjuang dan menjadikan Indonesia bangsa pemenang, karena diinisiasi kaum pemuda, salah satunya dr Sutomo," ucap Gatot, Kamis (17/11/2016).

Gatot menceritakan, jika perjuangan kemerdekaan RI dilakukan tanpa persatuan, maka upaya itu tidak akan berhasil. Karena itu dahulu didirikan organisasi pemuda yang diberi nama Budi Utomo.

"Demikian lahirnya Bhinneka Tunggal Ika Yang paling inti pemuda sadar bahwa mereka keturunan yang mempunyai gen aliran darah patriot dan kesatria. Yang merasa Indonesia mereka memiliki darah patriot," tegas Gatot.

Untuk membuktikannya, Gatot melemparkan pertanyaan ada tidaknya satu suku di Indonesia yang tidak memiliki ciri khas. Ciri khas yang dimaksud seperti senjata dan tarian.

"Carikan lagi, bahasa lain selain Bahasa Indonesia yang ada kata gotong royong. Kalau ada gotong royong saya kasih 100 juta! Tidak ada kan?" jelas dia.

Beri Kuliah Umum di UKI, Panglima TNI: Jaga Bhinneka Tunggal IkaFoto: Ahmad Masaul Khoiri-detikcom


Semua suku di Indonesia mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang yang siap mempertahankan sukunya. Rasa tidak takut mati yang memunculkan pergerakan Indonesia secara gotong royong.

"Dari dalam negeri kita diancam teroris. Latar belakangnya energi. Selain itu ada pula narkoba. Karena Indonesia jadi rebutan. Pak Soekarno mengingatkan kekayaan Indonesia akan membuat iri negara lain. Pak Jokowi kekayaan ini bisa menjadi petaka. Kita harus waspada dari tangan-tangan tidak terlihat. Kita diincar saya yakin 100 persen. Bagaimana mengatasinya, Bhineka Tunggal Ika," pungkas Gatot.


(fdn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com