detikNews
2016/10/20 15:44:38 WIB

Amarah dan Kicauan Terakhir Sultan Penyerang Brutal Polisi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 4
Amarah dan Kicauan Terakhir Sultan Penyerang Brutal Polisi Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta - Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Sultan Aziansyah (22) pelaku penyerangan Kapolsek Tangerang dan tiga anggotanya membuat pengakuan yang mengejutkan. Rentetan pengakuan itu disampaikan dia saat berada di rumah sakit.

Sultan membabi buta menyerang polisi dengan golok setelah menempelkan stiker ISIS di Pos Lalu Lintas Jl Perintis Kemerdekaan, Tangerang. Dia akhirnya dilumpuhkan dengan 3 tembakan yang mengenai kaki dan perutnya. Pria pengangguran ini kemudian dibawa ke RSUD Tangerang.

Saat perawatan, Sultan mengaku telah mencuri peluru kakaknya yang berprofesi sebagai polisi. Dia lalu menyerang polisi di pos lalu lintas yang lokasinya berdekatan dengan Yuppentek, Kamis (20/10/2016) sekitar pukul 07.30 WIB.

Sultan yang disebut-sebut telah membaiatkan diri ke ISIS di Ciamis itu mengaku ingin merebut pistol polisi untuk memerangi ansor thogut. Sultan akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Begini pengakuan pelaku penyerangan Kapolsek:
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com