DetikNews
Jumat 07 Oktober 2016, 17:27 WIB

Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok, Polisi Akan Panggil MUI dan Tokoh Agama

Idham Kholid - detikNews
Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok, Polisi Akan Panggil MUI dan Tokoh Agama Foto: Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto(Ari Saputra/detikfoto)
Jakarta - Bareskrim masih mempelajari laporan tuduhan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Polisi akan memintai keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama untuk mendalami kasus itu.

"Kita sudah mulai proses, sudah kita terima laporannya untuk kita tindaklanjuti dengan penyelidikan dan pemeriksaan," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (7/10/2016).

Ari mengatakan, kasus ini ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Selain akan memanggil MUI, ahli bahasa juga akan dimintai keterangannya.

"Jelas (akan panggil MUI), nanti kan ahlinya kepada ahli agama, ahli bahasa," sambungnya.

Selain itu, Ari mengatakan, barang bukti berupa video juga akan diuji. Seperti didapat dari mana dan bagaimana cara memperoleh video tersebut.

"Kalau itu memang sudah sesuai standar dijadikan barang bukti ya itu bisa djadikan barang bukti. Tapi kalau bicara bukti itu (pasal) 184 bukan hanya barang tapi keterangan atau petunjuk lain," ujarnya.

Sebelumnya, Ahok saat dimintai tanggapan atas adanya laporan itu, mengatakan tidak ada yang salah dengan ucapannya. Ahok justru menyebut dirinya difitnah, sehingga seharusnya dia yang melaporkan pihak-pihak yang telah membuat fitnah itu.

"Polisi juga enggak usah panggil saya, dia bandingin dari video juga sudah tahu. Jadi enggak perlu dilaporin. Sekarang harusnya yang melaporkan dan yang menghina saya, (mereka) yang mesti dilaporin (karena) menghina saya, memfitnah saya," ungkap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).

Pernyataan yang dianggap menistakan agama itu disampaikan dalam materi sambutan saat Ahok berkunjung ke Pulau Seribu Rabu (28/9) lalu. Ahok menyebut 'dibohongin pakai Al Maidah' saat menyinggung surat Al Maidah ayat 51. Berikut ucapan Ahok.

Jadi bapak ibu enggak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin. Jadi kalau saya tidak terpilih pun bapak ibu, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi kalau program ini kita jalankan dengan baik pun, bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah pikiran 'Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja.

Ahok menolak meminta maaf karena tak ada yang salah dengan ucapannya. Ahok meminta masyarakat menyaksikan video itu secara utuh.

Baca juga: Ini Video Utuh Ahok Pidato Singgung Surat Al Maidah 51 yang Jadi Polemik




(idh/miq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed