Rumah reyot yang ditempati Songa bersama keluarganya yang berada di Jalan Perjuangan V, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Plumpang, Jakarta Utara sudah dibongkar, dan sisanya pondasinya yang tersisa masih berdiri di atas rawa. Pembongkaran ini dilakukan sejak pagi tadi pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (22/9/2016).
Lokasi kontrakan keluarga Songa juga tidak berada jauh dari bekas rumah miliknya. "Lihat wajahnya (Songa), saya sangat senang sekali," ujar Fotografer asal Italia Stefano Romano kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Stefano mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan pembangunan rumah keluarga Songa."Karena kalau tidak ada bantuan, ini tidak akan dibangun atau lama karena harus menunggu donasi," ucapnya.
Pembangunan rumah Songa akan menempati lokasi yang sama. Bantuan ini diberikan oleh pihak DPD PDIP DKI Jakarta yang sebelumnya telah menjanjikan renovasi rumah. Wakil Sekretaris DPD PDIP DKI Meti Usu mengatakan jenis rumah yang dibangunkan untuk keluarga Songa adalah permanen.
"Pembangunan rumah permanen sema kita serahkan ke pihak RW yang bangun. Jadi pembangunan rumah ini bekerja sama RW dan PDIP dan kami serahkan ke RW soal model bangunan termasuk desain. Kita hanya serahkan dana total," terangnya meski enggan merinci besaran biaya yang dirogoh dari kocek DPD PDIP.
Hasil pengumpulan donasi pembangunan rumah Songa sekitar Rp 12 juta akan diserahkan ke orangtua Songa. Donasi itu akan digunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga Songa dan untuk membantu pendidikan Songa.
"Untuk uang donasi sendiri akan diberikan Ibu untuk keperluan sehari-hari," kata Ayah Songa, Simon.
Stefano yang ikut hadir menemani Songa dan keluarganya juga memberikan kenang-kenangan lain. Boneka perempuan diberikan Stefano kepada Songa secara pribadi. (tfq/trw)