detikNews
Rabu 21 September 2016, 15:42 WIB

Jokowi Minta Program Pengentasan Kemiskinan Desa Segera Direalisasikan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jokowi Minta Program Pengentasan Kemiskinan Desa Segera Direalisasikan Presiden Jokowi/ Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Presiden Joko Widodo(Jokowi) menggelar rapat terbatas soal perhutanan sosial. Rapat ini membahasan pengentasan kemiskinan di desa yang berada di kawasan hutan.

"Agenda rapat terbatas pada sore hari ini akan dibahas mengenai perhutanan sosial," ujar Jokowi di awal sambutannya saat ratas di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Di awal sambutannya, Jokowi kembali menegaskan soal fokus kerja pemerintah pada pengentasan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja. Salah satu fokus pengentasan kemiskinan pada wilayah pedesaan, termasuk desa yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan.

Berdasarkan data pemerintah, tercatat 25.863 desa di dalam dan sekitar wilayah hutan, dan 71 persen pendapatan hidup warga tersebut berasal dari sumber daya hutan.

"Ada sekitar 10,2 juta rakyat miskin di dalam kawasan hutan dan tidak memiliki aspek legal terhadap sumber daya hutan," sebut Jokowi.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan merealisasikan kebijakan perhutanan sosial yang memberi akses ruang kelola sumber daya hutan bagi warga masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan.

Jokowi menilai realisasi perhutanan sosial, baik melalui skema hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan tanaman rakyat, kemitraan, dan hutan adat masih belum optimal.

"Hutan tanaman rakyat seluas 5,4 juta hektar ini sebenarnya sudah besar sekali, namun sampai 2014 realisasi ? Area lahan hanya mencapai 13 persen atau 70.200 hektar," ucapnya.

Tidak hanya itu, penerbitan izin hutan tanaman rakyat oleh bupati hanya sebesar 188. 000 hektar. Padahal Hutan desa dan hutan kemasyarakatan ditargetkan seluas 2,5 juta hektar.

"Namun realisasinya juga baru mencapai 610.000 hektar atau 24,4 persen," kata Jokowi.

Oleh karenanya, Jokowi meminta agar kementerian terkait segera menyederhanakan regulasi dan prosedur perhutanan sosial lebih dipermudah dan dapat diakses oleh masyarakat.

"Berikan perhatian terhadap masyarakat adat dan segera mengeluarkan penetapan hutan adat, terutama yang telah memenuhi persyaratan," ujarnya.

"Ini tolong digarisbawahi mengenai hutan ini penting sekali. Ingatkan tidak hanya berhenti pada memberikan akses legal terhadap izin perhutanan sosial, tetapi juga diikuti dengan program-program lanjutan untuk memperkuat kemampuan warga di sekitar kawasan hutan," tambahnya.
(fiq/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com