detikNews
Sabtu 13 Agustus 2016, 19:13 WIB

Tak Boleh Lagi Ada Wisata Mistis di Lawang Sewu Semarang

Indra Subagja - detikNews
Tak Boleh Lagi Ada Wisata Mistis di Lawang Sewu Semarang Foto: istimewa
Semarang - Anda tahu Gedung Lawang Sewu di Semarang, Jateng? Gedung ini kini tampak cantik di malam hari. Kesan angker dan seram sepertinya sudah mulai luntur.

Padahal beberapa tahun lalu, siapa tak kenal cerita-cerita mistis dari Lawang Sewu yang terletak di bundaran Tugu Muda. Jadi kalau mau wisata mistis tempatnya ya di Lawang Sewu.

Sudah beberapa waktu ini, wisata mistis tidak diperbolehkan. Gedung ini akan ditutup pukul 21.00 WIB, setiap malamnya. Tak boleh lagi ada yang beraktivitas, termasuk tentunya wisata mistis.

"Itu kurang mendidik ya. Kesannya kayak hantu-hantu, magis gitu, nggak perlu itu," kata Juru Bicara KAI Agus Komaruddin, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/8).

Gedung tiga lantai yang dibangun perusahaan kereta api Belanda pada 1904 ini memang memiliki nilai sejarah tinggi. Gedung ini juga pernah dipakai tentara Jepang saat penjajahan, kemudian juga dipakai pejuang kemerdekaan.

Gedung ini memiliki banyak pintu hingga akhirnya julukan lawang sewu atau pintu seribu melekat. Gedung ini juga menjadi icon Kota Semarang dan kerap ramai ditengok wisatawan.

Di masanya, saat gedung ini terbengkalai beberapa tahun lalu, setiap malam warga sekitar selalu menawarkan wisata mistis. Bagi siapa saja yang ingin melihat hantu dengan merogoh kocek membayar jasa warga itu akan diantar menyusuri lorong-lorong gelap.

Mulai pukul 22.00 WIB, sampai pukul 03.00 WIB, warga dengan bermodal senter akan mengantarkan wisatawan yang berminat. Dan tentunya, ini wisata tidak resmi alias ilegal. Jadi saat itu masuk lewat pintu seng yang dijebol.

Hingga sekitar tiga tahun lalu pemugaran dilakukan pihak KAI, selalu pengelola. Gedung Lawang Sewu dipermak, lampu dipasang. Gelap tak ada lagi di Lawang Sewu saat malam, demikian juga wisata mistis tak diperbolehkan.

Pengunjung dipersilakan datang pada pagi hingga malam pukul 21.00 WIB. Sedang warga yang dahulu memandu wisata mistis diberdayakan menjadi pemandu yang menjelaskan seluk beluk dan sejarah gedung. Tentunya mereka sudah mendapat pelatihan.


(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed