Pengamat LIPI: Sistem di Indonesia Memberi Peluang Bansos jadi Bancakan

Rina Atriana - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 10:55 WIB
Foto: Rina Atriana
Jakarta - Meningkatnya pencairan dana bantuan sosial (bansos) di tahun 2015 diduga berhubungan dengan hendak digelarnya Pilkada Serentak 9 Desember mendatang. Menurut Pengamat LIPI Siti Zuhro, pengawasan terhadap penggunaan dana bansos selama ini masih belum efektif.

"Kita tahu pengawasan belum efektif, ini bukan pertama kali. Sistem kita memberikan peluang besar bahwa bansos itu menjadi bancakan. Harus dicatat ini menjadi noktah buruk demokrasi kita," kata Siti dalam diskusi 'Bansos: Bancakan Sosial' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2015).

Siti menjelaskan, saat ini tingkat penegakan hukum di Indonesia masih sangat rendah. Jalan keluarnya, harus ada pengawasan antar jenjang pemerintahan karena tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah pusat.

"Ada low enforcement yang belum kita benahi. Pemerintah pusat melalui mendagri harus melakukan pengawasan terhadap provinsi, selanjutnya provinsi melakuan hal yang sama kepada kabupaten kota, jadi antar jenjang pemerintahan," jelasnya.

Siti menambahkan, selama ini terlalu lama dilakukan pembiaran. Perilaku menyimpang dibiarkan terjadi berulang-ulang.

"Kita cenderung mengulang perilaku yang distorsif, mengulang perilaku yang tidak positif," jelas Zuhro.

"Kita harus lugas mengatakan pembiaraan telah berlangsung lama. Seolah kita tidak bisa melakukan apa-apa, tahu-tahu ada penangkapan," imbuhnya.

(rna/nwy)