Anggota DPR Komisi VIII ini Kritik Kicauan Menag Soal Warung Makan di Bulan Puasa

M Iqbal - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 19:16 WIB
Jakarta - Cuitan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin soal warung makan di bulan Ramadan di twitter ditanggapi berbeda anggota Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay. Politisi PAN ini akan meminta penjelasan Menag Lukman soal kicauan warung makan itu.

"Komisi VIII DPR RI meminta penjelasan menteri agama terkait pernyataannya di twitter mengenai kewajiban orang yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa, sekaligus tidak boleh memaksa rumah makan ditutup pada bulan Ramadan," kata ketua komisi VIII Saleh Partaonan Daulay usai rapat di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/5/2015).

Saleh mengklaim pernyataan yang dicuit Lukman itu berimbas pada banyaknya pengaduan masyarakat tentang kegelisahan mereka.

Dalam penjelasannya, menteri Agama mengatakan bahwa twit tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan toleransi umat beragama. Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah sepantasnya menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan.

Komisi VIII meminta agar pernyataan diklarifikasi agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. "Kalau orang yang berpuasa dituntut menghormati yang tidak puasa, dikhawatirkan bisa melebar ke ranah lain seperti orang yang shalat diminta menghargai orang yang tidak shalat, orang yang berzakat diminta untuk menghargai yang tidak berzakat dan seterusnya" ucap Saleh.

"Menurut saya, sebaiknya, pernyataan itu tidak begitu perlu. Masih banyak isu lain yang perlu diperhatikan. Termasuk dana bos madrasah yang belum cair, honor sertifikasi guru-guru agama, dan lain-lain"," imbuh politisi asal Sumut itu.

Pernyataan Lukman itu disampaikan melalui akun twitternya @lukmansaifuddin. Dia lalu mengklarifikasi dengan kultwit. "Twit asli: 'Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa..". #ubahtwit" kicau Lukman.

"Twit saya itu muncul sebagai tanggapan atas adanya pandangan yg kehendaki agar warung2 ditutup saja di bulan puasa. #ubahtwit" imbuhnya.



(bal/ndr)