Misteri Kematian Mahasiswa UI, Surat Wasiat Akseyna Diduga Dibuat 2 Orang

Salmah Muslimah - detikNews
Jumat, 22 Mei 2015 10:59 WIB
Jakarta -

Kematian mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori yang tenggelam di danau UI masih jadi misteri. Penganalisis tulisan tangan (grafolog) dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi, menyatakan surat wasiat Akseyna dibuat oleh dua orang.

Polres Depok memanggil Deborah untuk menganalisis tulisan tangan Akseyna pada 5 Mei lalu. Deborah kemudian membandingkan surat wasiat yang ditemukan di kos Akseyna dengan tulisan tangan lain dari pemuda berusia 19 tahun ini.

"Ketika saya melihat dan menganalisa langsung dokumen asli dengan puluhan data pembanding asli pula maka hasil analisa awal tersebut bisa sama atau bahkan berubah 180 derajat. Namun ternyata hasilnya pun di luar dugaan saya sendiri. Tulisan tangan dibuat oleh 2 orang," kata Deborah kepada detikcom, Jumat (22/5/2015).

Pada April lalu Deborah pernah menganalisis surat wasiat Akseyna tersebut. Namun saat itu, Deborah masih memiliki keterbatasan soal dokumen yang ada. Analisis soal surat wasiat Akseyna ini dipaparkan Debora di akun twitter-nya.

"Waktu itu saya memiliki keterbatasan dokumen. Karena kasihan dengan korban dan keluarganya maka meskipun dokumennya terbatas saya tergerak untuk menganalisa dan tentu dengan catatan seperti yang sudah saya sampaikan berulang kali bahwa analisa saya di bulan April lalu hanya valid 75% karena tidak melihat dokumen asli," katanya.

Jenazah Akseyna ditemukan tenggelam di danau Balairung UI, Kamis (26/3/2015). Teman Akseyna menemukan pesan di secarik kertas di kamar kosnya bertuliskan, "Will not return for please dont search for existence my apologies for everything eternally".

Polisi mengakui kesulitan menguak kasus ini. "Barang bukti masih minim, kesaksiannya juga nggak ada. Hambatannya alat bukti dan saksi," ungkap Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Jumat (15/5/2015).



(Nala Edwin/Nurul Hidayati)