Komjen Budi Batal Dilantik, Ini Lima Nama Calon Kapolri Usulan Kompolnas

- detikNews
Rabu, 04 Feb 2015 12:44 WIB
Presiden Jokowi saat mengumumkan pemberhentian Kapolri (Foto: Rusman/Sekretariat Presiden)
Jakarta - Presiden Joko Widodo disebut bakal membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI. Bursa calon Kapolri pun kembali memanas. Siapa yang bakal menjadi calon kuat pemegang tongkat komando Tri Brata 1?

Komisi Kepolisian Nasional pada awal Januari lalu mengusulkan lima nama calon Kapolri. Mereka adalah, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Komisaris Jenderal Putut Eko Bayu Seno, dan Komisaris Jenderal Dwi Priyatno.

Setelah Komjen Budi yang sudah diloloskan oleh DPR dibatalkan pelantikannya oleh Presiden Jokowi, tersisa empat kandidat. Pekan lalu Kompolnas kembali mengajukan satu nama lagi kepada Presiden yakni Inspektur Jenderal Budi Waseso.

Saat ini Irjen Budi Waseso menjabat Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri sehingga sebentar lagi bakal menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga.

"Ada Nama baru Budi Waseso, yang secara acuan administrasi sudah terpenuhi (bintang 3)," kata anggota Kompolnas Edi Hasibuan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/2/2015).

Lima kandidat calon Kapolri tersebut yakni; Badrodin Haiti, Suhardi Alius, Budi Waseso, Dwi Priyatno, dan Putut Eko Bayu Seno menurut Edi masa pensiunnya masih di atas dua tahun.

Hal itu sesuai dengan saran Kompolnas kepada Presiden agar memilih Kapolri yang masa dinasnya masih di atas dua tahun. "Kalau kurang dari satu tahun, maka enam bulan setelah dilantik sudah akan diajukan Kapolri baru. Padahal dia (Kapolri terpilih) belum ngapa-ngapain," papar Edi.

Sebenarnya menurut Eddy, Kompolnas banyak menerima masukan dari masyarakat terkait kandidat Kapolri. Misalnya saran agar Kapolri adalah perwira senior. Seperti Komisaris Jenderal Anang Iskandar dan Komjen Saud Usman Nasution.

Ada juga yang mengajukan sejumlah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). "Semua masukan itu kami sampaikan, tapi keputusan terakhir di Presiden," kata Edi.


(erd/try)