Sidang Bappebti

Komisaris BBJ: Syahrul Minta Saham 10 Persen, Dikasih Rp 7 Miliar

- detikNews
Rabu, 24 Sep 2014 12:24 WIB
Jakarta - Komisaris PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Yazid Kanca Surya, menyebut mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Syahrul Raja Sempurnajaya, pernah meminta jatah fee 10 persen dari PT Indokliring Internasional. PT Indokliring Internasional merupakan lembaga kliring yang didirikan PT BBJ.

Permintaan saham ini diketahui Yazid dari Direktur PT BBJ Bihar Sakti Wibowo usai rapat pada 27 Juni 2012. "Pak Syahrul (menurut Bihar) melalui Alfons (Kepala Biro Hukum Alfons Samosir) menyampaikan ingin memiliki saham di perusahaan tersebut. Permintaan saham 10 persen," ujar Yazid bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (24/9/2014).

Permintaan saham ini sempat ditolak pemegang saham PT BBJ pada RUPS tanggal 17 Juli 2012. Namun sekitar pada tanggal 22 atau 23 Juli 2012, Syahrul mengontak Komisaris Utama BBJ Hasan Wijaya untuk melakukan pertemuan

"Pak Hasan balik lagi hari yang sama (27 Juli) saya tidak bisa hadir karena ada rapat. Jadi saya datang rapat selesai. Pak Hasan laporkan (permintaan)," sambungnya.

Permintaan saham ini kemudian diubah bentuk pemberiannya menjadi duit sebesar Rp 7 miliar. Sebab dalam kalkulasinya, permintaan saham 10 persen sama dengan Rp 10 miliar dari total modal yang ditempatkan di Indokliring Internasional Rp 100 miliar.

"Di situ dibahas soal dari saham itu, Pak Roy Sembel (Direktur Keuangan PT BBJ) mengusulkan diubah jadi tunai," sambung Yazid.

Pemberian duit ini terkait dengan izin pendirian Indokliring Internasional. Namun hingga saat ini, izin tak kunjung turun dari Bappebti. "Tidak sampai sekarang," ujarnya.

Dalam dakwaan keempat, Syahrul didakwa menerima Rp 7 miliar dari Komisaris Utama PT BBJ Hasan Iwjaya dan Dirut BBJ Bihar Sakti Wibowo. Jaksa menyebut uang suap tersebut diberikanagar Syahrul memproses permohonan izin usaha PT Indokliring Internasional.

(fdn/aan)