Ini Penjelasan Florence Soal Kejadian di SPBU yang Berujung Status Path

- detikNews
Jumat, 29 Agu 2014 00:09 WIB
Yogyakarta, - Florence Sihombing telah menuai hujatan dan dilaporkan ke polisi akibat status Pathnya dinilai menghina warga Yogya. Berikut adalah penjelasan lengkap Florence tentang penyebab kemarahannya tersebut.

"Saya ingin memberikan klarifikasi berkaitan dengan peristiwa di SPBU Baciro/Lempuyangan Yogyakarta yang terjadi pada Rabu (27/8/2014). Pertama, kemarin saya sedang sakit, saya tahu kalau Yogya itu lagi langka bensin," ujar Florence kepada detikcom, Kamis (28/8/2014).

Florence melanjutkan, akhirnya dia mengantre di bagian Pertamax 95. Sedangkan yang lainnya adalah bagian Premium dan Pertamax 92.

"Satu-satunya Pertamax 95 hanya antrean di situ. Antrean Pertamax 95 di situ diatur untuk mobil," imbuhnya.

Dia kemudian mengatakan kepada petugas SPBU bahwa keadaannya sedang sakit dan darurat. Florence juga sempat menyampaikan hal yang sama dengan seorang anggota TNI yang saat itu sedang berada di sana.

"Pas di pertengahanya, begitu sampai di depan pompa bensin, saya turun, terus orang-orang pada datang," kata Florence.

"Yang petugas Pertamina dan TNI-nya bilang, 'Mbak nggak bisa parkir di sini, mbak nggak bisa isi di sini karena ini antrian untuk mobil'. Saya bilang, Pak saya mau beli pertamax 95, makanya saya antre di sini," cerita Florence.

Dia memilih SPBU di kawasan Lempuyangan karena dia akan ke RS Bethesda. Awalnya dia berencana akan ke SPBU di daerah Sagan namun urung karena Pertamax masih kosong.

"Saya menegaskan itu tidak pernah menyerobot atau menyelonong. Kalau menyelonong secara bahasa kita bisa artikan, saat itu sudah berjejer dan menyelinap dari tengah," katanya.

"Sementara saya lihat ini antrean mobil di belakang kosong, terus saya di belakang ada mobil lagi. Terus waktu saya minta dilayani untuk diisikan Pertamax 95, saya nggak dilayani. Saya bilang, 'Pak tolong, saya mau ke rumah sakit'. Saya tidak merayu bapak itu, saya kasih tahu. saya tidak bilang kasihani saya, saya tidak pernah minta dikasihani," ujar Florence.

Florence bercerita, anggota TNI yang sempat berbicara kepadanya sempat berkata kepadanya bahwa keputusan ada pada petugas.

"Seingat saya, bapaknya (anggota TNI) bilang ya sudah kalau begitu saya serahkan ke petugasnya. Kalau mau diisikan silakan kalau nggak mau ya gak bisa berbuat apa-apa. Bapaknya (anggota TNI) sempat ngomong kayak gitu," katanya.

"Saya hanya ingin klarifikasi berita bahwa saya tidak menyerobot antrean, saya tidak merayu petugas dan saya tidak meminta dikasihani. Pernyataan itu tidak pernah ada," tutupnya.

Akibat kejadian ini, Florence kemudian menyampaikan kemarahannya di status Path. Dia sempat menghina warga Jogja dalam statusnya tersebut. Perkataannya yang tidak pantas kemudian menuai kecaman.

Tak hanya itu, puluhan warga Yogya melakukan aksi protes terhadap Florence dan ada juga yang melaporkannya ke polisi. Florence kini telah menyampaikan permintaan maaf.

Tak hanya kepada warga Yogyakarta, Florence juga meminta maaf kepada Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

(sip/kha)