UN Kacau

Take Over Ghalia, Mendikbud Minta Bantuan KSAU & Rekrut Mahasiswa IPB

- detikNews
Selasa, 16 Apr 2013 17:36 WIB
Jakarta - Ketidakmampuan PT Ghalia Indonesia Printing menyelesaikan proyek pencetakan lembar soal dan jawaban Ujian Nasional (UN) membuat proses pelaksanaan UN di 11 provinsi menjadi kacau. Informasi ketidaksiapan PT Ghalia diperoleh Mendikbud M Nuh pada H-4. Nuh pun langsung mengambil langkah take over, meski terlambat.

"Saya pun juga sangat sedih prihatin, kok bisa? Akhirnya yang penting begitu saya tahu pertama itu hari Kamis, kira-kira H-3, H-4, sore saya dapat informasi," ujar Nuh sebelum bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Nuh mengungkapkan pihaknya langsung men-take over proses penyelesaian pencetakan dari PT Ghalia yang memiliki pabrik di Bogor, Jabar, ini. Untuk mempercepat pencetakan dan pendistribusian, Nuh mengaku sampai meminta bantuan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Putu Dunia dan merekrut 400 mahasiswa Institut Pertanian Bogor.

"Dari situlah saya langsung rapat, saya kontak Pak KSAU untuk minta bantuan pesawat. Hari Jumatnya, saya langsung ke lapangan ke pabrik si Ghalia itu, kesimpulannya tidak bisa dibiarkan. Dari situlah kita berikan tambahan pasukan yang kita rekrut, kami rekrut sendiri, ada 400 mahasiswa IPB," tutur Nuh.

Sebab menurutnya, jika tidak diambil langkah cepat, diberi tambahan waktu 1 minggu pun PT Ghalia tidak akan mampu. Nuh juga meminta bantuan dari lima percetakan lain yang memenangkan tender untuk turun membantu.

"Manajemen pun kami take over, kami minta dari pemenang tender itu ada enam kan, semua ikut kontribusi," ucap Nuh.

(rmd/nrl)