Keluhan Anggota DPR di Akhir 2012: Toilet Rusak Hingga Plafon Jebol

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 16:24 WIB
Plafon DPR yang roboh/ pembaca detikcom
Jakarta - Tahun 2012 segera berakhir. Di tengah masa reses penghujung 2012, anggota DPR punya sedikit keluhan, toilet yang rusak hingga plafon ruang kerja yang jebol.

Setjen DPR memang telah berupaya memperbaiki toilet di Gedung Nusantara I DPR, tempat anggota DPR berkantor. Di awal 2012, Setjen DPR sudah menganggarkan Rp 2 miliar untuk mengganti semua toilet di Gedung Nusantara I DPR. Namun karena anggaran yang terlalu besar, proyek tersebut akhirnya dibatalkan.

Namun di akhir tahun 2012, Setjen DPR juga kembali menganggarkan Rp 1,4 miliar untuk renovasi toilet DPR. Bersamaan ini, Setjen DPR juga menyusun anggaran renovasi ruang anggota DPR senilai 6,2 miliar. Angka yang fantastis ini kembali diprotes masyarakat.

Namun siapa sangka, sejumlah anggota DPR memang mengeluhkan perlunya renovasi ruang anggota DPR dan toilet. Meskipun tak semua anggota DPR menuntut renovasi ruang anggota DPR dan toilet harus dilakukan menyeluruh.

Adalah FPKS DPR yang menuntut Setjen DPR merenovasi ruang kerja anggota DPR. Memang dua ruang kerja anggota DPR dari FPKS di lantai 4 gedung Nusantara I DPR yakni Bukhori Yusuf dan Adang Daradjatun roboh plafonnya. Penyebabnya adalah kebocoran saluran kloset dari lantai 5 yang merupakan kantor FPDIP DPR.

"Ini harus segera direnovasi. Semoga rakyat memahami lah, kondisinya sudah seperti ini rusak parah," kata Sekretaris FPKS DPR Abdul Hakim, kepada detikcom, Jumat (28/12/2012).

FPDIP membenarkan toilet di gedung Nusantara I DPR memang ada yang sering mampet dan mungkin sekali bocor. Sejumlah toilet di lantai FPDIP saat ini sedang diperbaiki Setjen DPR.

"Di lantai 7 tempat saya ada 6 kloset dari 10 kloset yang tidak bisa dipakai. Saat ini dikunci Sekjen DPR. Katanya akan diperbaiki saat reses," keluh Sekretaris FPDIP DPR Bambang Wuryanto.

Renovasi di lingkungan gedung DPR, menurut Bambang, selama ini dilakukan secara tambal sulam. Cara ini sebenarnya cukup efektif. Namun ada juga anggota DPR yang mengusulkan sistem kloset diperbaiki seluruhnya diganti baru.

Bambang menduga hampir semua kloset di gedung Nusantara I DPR pernah bermasalah. "Kan satu angkatan, dibuat tahun 1987. Sudah 25 tahun usianya dengan load kantor terpadat manusia di republik ini, bisa dibayangkan," keluh Bambang lagi.

Namun FPDIP tidak dalam posisi sama dengan FPKS mendorong renovasi total Gedung Nusantara I DPR. PDIP memilih menghormati pilihan rakyat.

"Kalau rakyat nggak setuju ya kita ikut rakyat. Nanti dikira kita pingin nyaman sendiri. Sebagai anggota DPR tidak eloklah memperjuangkan kenyamanan buat diri sendiri," katanya.


(van/asp)