Radar Bandara Yogya Mati Bukan karena Listrik PLN Tapi Instalasi

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 09:50 WIB
Jakarta - Bandara Adisutjipto Yogyakarta menggunakan cara manual saat radar mati beberapa saat. Gangguan radar bukan disebabkan padamnya listrik, tapi trip (kedip) pada instalasi listrik.

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan listrik ke radar putus yang seharusnya diambil alih oleh power backup. Namun pada saat itu kondisi power backup sedang dalam diperbaiki sehingga power backup tidak mampu mengambil alih pasokan listrik.

"Akibatnya, radar melakukan restarting dengan menggunakan pasokan listrik PLN," kata Asisten Manager SIM, Tapor & Humas Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Faizal Indra Kusuma, dalam klarifikasi melalui surat elektronik kepada detikcom, Jumat (28/12/2012).

Peristiwa itu terjadi Rabu, 26 Desember 2012 pukul 13.48 WIB. Matinya radar membuat pendaratan 3 pesawat dipandu secara manual. Ketiga pesawat tersebut berangkat dari Jakarta dan Bandung.

Faizal menjelaskan, waktu yang dibutuhkan radar kembali beroperasi sekitar kurang lebih 30 menit. Dengan tidak beroperasinya radar selama itu dilakukan pemanduan penerbangan secara non radar (manual) sesuai prosedur operasional yang berlaku.

Aliran listrik ke Bandara Adisutjipto disuplai dari dua penyulang dan dari dua Gardu Induk yang berbeda yaitu penyulang KTN 8 dari GI Kentungan dan penyulang GJN 6 dari GI Gejayan, sehingga dapat dipastikan pasokan listrik PLN ke bandara handal. Dalam kejadian tersebut secara umum operasional
penerbangan tidak terganggu. Penumpang dan pesawat dapat dilayani dengan baik.

"Ke depan jika terjadi hal yang sama, saat ini Bandara Adisutjipto sedang mempersiapkan power backup yang lebih handal untuk radar," tutup Faizal.


(try/van)