Cegah Tawuran dengan Membangun Cinta dalam Keluarga

- detikNews
Sabtu, 29 Sep 2012 06:46 WIB
Tawuran (ilustrasi)
Jakarta - Maraknya tindakan kekerasan seperti tawuran yang dilakukan kalangan pelajar akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Fenomena memprihatinkan ini sudah semestinya menjadi cambuk, terutama bagi para orangtua untuk mencegah anak-anaknya dari terjerumus kepada kekerasan.

"Fenomena tawuran antar pelajar ini seharusnya menjadi momen penting bagi setiap keluarga untuk melakukan evaluasi terhadap kedekatan, kebersamaan, dan kekuatan cinta antar anggota keluarga," ujar Ketua DPP Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu (29/9/2012).

Anis menyesalkan peristiwa tawuran antarpelajar sekolah menengah yang menewaskan jiwa-jiwa muda harapan bangsa akhir-akhir ini begitu marak terjadi di berbagai tempat. Berdasarkan data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak/Komnas Anak baru-baru ini melansir bahwa sepanjang enam bulan pertama tahun 2012 ada 139 kasus tawuran pelajar, 12 di antaranya menyebabkan kematian. Sementara tahun 2011 ada 128 kasus.

Menurutnya, bagaimanapun fase remaja adalah fase kritis. Emosi remaja begitu keras bergerak dan seringkali tanpa perhitungan sehingga kerap tidak stabil. Di antara fenomena kehidupan emosional remaja, tambah Anis, adalah munculnya gejolak cinta. Remaja menyukai orang lain dan membutuhkan cinta dari mereka.

"Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan cinta para remaja adalah suatu keharusan untuk menyehatkan jiwanya. Cinta yang timbal balik akan menambah persahabatan dan membunuh permusuhan betapapun suara-suara di luar, seperti para seniornya di sekolah mengobarkan api permusuhan kepada pelajar di sekolah lain," jelasnya.

Oleh karena itu, Anis mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk kembali membangun kebersamaan dan kekuatan cinta dalam keluarga. Di antara sumber pertama kekuatan cinta adalah keluarga.

“Anak yang dicintai dengan segenap perasaan dalam keluarga akan menularkan rasa cintanya pada makhluk lain di seputar kehidupannya. Anak yang dicintai dengan baik akan memudahkan emosinya lebih matang sehingga tak mudah terjebak dalam tawuran yang sia-sia," pungkas Anis.

(rmd/rmd)