50 Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Asahan Kumpulkan Koin

- detikNews
Senin, 20 Feb 2012 16:50 WIB
Jakarta - Sudah lebih 50 tahun jalan lintas provinsi di Kabupaten Asahan rusak parah. Kini, masyarakat bergotong-royong mengumpulkan koin dan barang-barang bekas. Dana ini akan disumbangkan ke Pemda untuk mengaspal jalan.

Posko pengumpulan barang bekas dan koin ini dipusatkan di Desa Padang Pulang, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumut. Masyarakat merasa gerah, karena jalan lintas provinsi yang menghubungkan dari Kabupaten Asahan ke Kabupaten Toba-Samosir, sudah lama rusak dan tidak diperbaiki.

"Jalan di kampung ini jalan lintas provinsi, tapi Gubernur Sumut tidak pernah mau tahu kondisi jalan yang berlumpur saat musim hujan. Ini belum lagi kondisi jalan yang berbatu cadas karena aspalnya sudah tidak ada lagi," terang Idil Hutajulu, tokoh pemuda setempat yang turut membangun "Posko Kumpul Koin" tersebut dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/2/2012).

Menurut Idil, jalan yang rusak parah ini, terhubung dari Kecamatan Pulau Rakyat, Kecamatan Bandar Pulau, Kecamatan Aek Songsongan. Jalan rusak ini sekitar 50 km sampai ke perbatasan Kabupaten Toba-Samosir.

"Bisa dibayangkan, jalan hanya 50 km tapi harus ditempuh dengan kendaraan roda empat minimal 3 jam. Ini karena kondisi jalan yang berbatu-batu dan kalau musim hujan jadi kubangan kerbau. Gubernur Sumut tidak pernah mau tahu kondisi jalan yang di kampung kami," kata Idil.

Dengan dibukanya posko itu, kata Idil, kini ibu-ibu di kampung mereka sudah mulai menyumbangkan barang-barang bekas rumah tangga. Begitu juga sebagian masyarakat juga memberikan sumbangan koin.

"Nanti barang bekas ini akan kami jual, sedangkan koin nantinya kami kumpulkan untuk disumbangkan ke Bupati Asahan. Dengan harapan dana masyarakat ini bisa untuk menambah anggaran APBD Kabupaten Asahan dan APBD Pemprov Sumut. Karena selama ini alasannya, selalu saja pemerintah tidak punya dana untuk mengaspal jalan di kampung kami," terang Idil.

Masih menurut Idil, kampung mereka merupakan sumber potensi uang yang luar biasa. Misalnya, di kampung mereka ada PLTA Sigura-gura yang mengalirkan listrik untuk PT Alumunium Indonesia. Walau daerah ini sumber pembangkit listrik, namun ketiga kecamatan tersebut sampai saat ini tidak masuk dalam jalur interkoneksitas PLN.

Selain itu, di daerah ini ada perkebunan PTP Nusantara III serta serta kebun masyarakat yang cukup luas di bidang perkebunan sawit dan karet. Di daerah ini juga, sungai Asahan yang berbatu-batu dijadikan arena arum jeram tingkat internasional.

"Tapi sayangnya, Pemprov Sumut dan Pemkab Asahan tidak mau peduli dengan kondisi jalan kami. Mulai dari kakek, sampai ke cucunya sekarang, jalan di kampung kami ini tidak pernah mendapat perhatian pemerintah," sesal Idil.

(try/nrl)