DetikNews
Senin 11 Februari 2008, 14:34 WIB

Tolak Hasil Penelitian, Massa Rusak Kantor Ombudsman Yogya

- detikNews
Yogyakarta - Kantor Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY dirusak massa. Sejumlah kaca jendela kantor tersebut pecah berantakan terkena lemparan batu.

Perusakan itu  berawal dari unjuk rasa yang dilakukan ribuan warga Bantul Yogyakarta ke kantor LOS DIY di Jl Tentara Pelajar Yogyakarta, Senin (11\/2\/2008). Massa ingin meminta penjelasan mengenai hasil penelitian LOS DIY yang menyatakan 40 persen dana Java Reconstruction Fund (JRF) korban gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta salah sasaran.

Namun niatan mereka untuk masuk ke kantor LOS DIT dihadang oleh ratusan personel Poltabes Yogyakarta. Polisi hanya mengizinkan sejumlah perwakilan massa yang masuk. Akibatnya, aksi saling dorong antara massa dan polisi pun terjadi.

Para demonstran menuntut LOS segera mencabut hasil penelitian tersebut. Sebab warga khawatir dana susulan bagi korban gempa batal cair karena hasil penelitian itu. Padahal dana tersebut sudah akan segera dicairkan.

"Kami minta LOS mencabut hasil penelitian," kata Riyanto salah seorang peserta aksi.

Sementara itu Ketua LOS DIY, Budi Wahyuni menyatakan, pihaknya tidak akan mencabut rekomedasi itu. Namun jika diragukan, LOS DIY siap melakukan penelitan ulang. LOS DIY juga siap mengawal JRF dalam memberikan bantuan gempa.

"Ini penelitian ilmiah, sehingga kalau ada yang keberatan kami bisa melakukan penelitian ulang. Bukan mencabut," kata Budi saat berdialog dengan massa.

Pernyataan Budi kembali memancing amarah demonstran. Mereka pun melakukan aksi pelemparan batu. Akibatnya sejumlah kaca jendela dan genting kantor LOS DIY pecah. Seorang anggota kepolisian bahkan ikut cidera terkena lemparan batu. Upaya polisi untuk menenangkan warga sia-sia.

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, Budi akhirnya mengalah dan menyatakan mencabut hasil penelitian itu. Massa merasa puas dan membubarkan diri tertib.

Namun demikian, pihak LOS DIY tidak menerima begitu saja perusakan kantor tersebut. Mereka berniat melaporkan tindakan brutal tersebut ke Polda DIY.


(bgs/djo)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed