DetikNews
Selasa 18 Juli 2006, 09:01 WIB

Ombak Menggulung Hingga 30 M

- detikNews
Pangandaran - Tsunami di Pangandaran memang tidak sedahsyat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Tapi tetap saja musibah itu sangat mengerikan bagi mereka yang mengalaminya.Itulah yang dirasakan Pepen Arifin (37). Saking tingginya ombak yang menggulung akibat tsunami, di mata Pepen ketinggian ombak mencapai 30 meter. \\\"Tinggi sekali, warnanya hitam,\\\" kata Pepen, yang sehari-hari menjual dan menyewakan papan selancar di Pantai Pangandaran, Ciamis, Selasa (18\/7\/2006).Sebelum tsunami datang, Pepen melihat air laut surut hingga 2-3 kali. Perahu yang berada di tengah laut tiba-tiba terdampar seperti di dasar laut. Melihat hal yang tidak biasa ini, firasat Pepen untuk bergejolak. Dia merasa akan terjadi tsunami. Dugaannya benar. Tak lama kemudian gelombang meninggi. Pepen lantas berlari sambil berteriak-teriak minta tolong. Ombak meninggi siap menyambarnya. Dia buru-buru naik ke pohon ketapang. Dari sinilah dia teringat istrinya, Nay Sunarsih (40). Untunglah Nay juga mengikuti suaminya dengan naik pohon waru. Tapi apes, ombak sangat kuat sehingga pohon waru yang dinaiki Nay tercabut dan dibawa ombak.Namun umur Nay masih panjang. Ombak justru mendekatkan dia dengan suaminya yang ada di pohon ketapang. Pepen pun segera menarik tangan istrinya dan keduanya selamat dari amukan tsunami.Saat ini Pepen dan istrinya tengah menuju lokasi tsunami. Dengan berjalan tanpa alas kaki, mereka hendak mengais harta benda mereka yang tertinggal. \\\"TV, motor, nggak tahu pada ke mana,\\\" kata Pepen yang menggembol buntalan isi pakaian.


(nrl/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed