DetikNews
Minggu 13 November 2016, 18:03 WIB

Polisi Tangkap Pemalsu Website Djakarta Warehouse Project

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Tangkap Pemalsu Website Djakarta Warehouse Project Foto: Pelaku penipuan website DWP 2016/ Amel detikcom
Jakarta - Event Djakarta Warehouse Project (DWP) yang akan diselenggarakan Desember nanti dimanfaatkan oleh kelompok penipuan. Seorang pelaku membuat website palsu www.dwp2016.com untuk menipu konsumen, seolah-olah menyediakan tiket untuk kegiatan DWP.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengatakan, tersangka Lasellomo alis Omo (31) ini berkaitan dengan sindikat penipuan modus 'anak masuk rumah sakit' yang ditangkap sebelumnya.

"Jadi ini dari hasil pengembangan kelompok penipuan 'anak masuk rumah sakit', kami berhasil mengamankan seorang pelaku penipuan yang mengatas namakan Djakarta Warehouse Project, atas nama Lasellomo alias Omo," jelas Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Lasellomo ditangkap setelah polisi menerima laporan dari Ismaya Live selaku promotor penyelenggara DWP 2016, pada tanggal 17 Oktober 2016 lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berhasil ditangkap di Perumahan Jasmine 3, Jl Kelapa Gading, Kota Parepare, Sulawesi Selatab pada Senin (7/11) lalu.

"Ada dua orang temannya yang masih kami cari yakni berinisial MS dan DN, keduanya orang Sidrap, Sulsel," imbuh Budi.

Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen dalam kesempatan yang sama mengatakan, tersangka membuat website palsu www.dwp2016.com untuk menipu calon penonton.

"Pelaku membuat tampilan di website www.dwp2016.com yang sangat mirip dengan tampilan website DPW yang asli," ujar Handik.

Handik mengungkap, tersangka memiliki keahlian di bidang IT. Website tersebut dibuat untuk menipu calon pembeli tiket yang ingin menonton konser di DWP yang akan diselenggarakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, tanggal 9-10 Desember mendatang.

"Mereka mencatut Djakarta Warehouse Project, kemudian mencantumkan menjual tiket dengan harga yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya," ucap Handik.

Lebih lanjut Handik mengungkap, pelaku memiliki keterkaitan dengan sindikat penipuan 'anak masuk rumah sakit' pimpinan Amril (31). Tersangka Omo ini mendapatkan rekening penampungan dari sindikat penipuan Amril Cs yakni Dodi, Ujang dan Bahar.

"Kami temukan di salah satu rekening tampungan Amril ini pernah dipinjam oleh tersangka Omo ini untuk transfer uang dalam rangka penipuan DWP, dan di laptop Amril juga pernah ada histori untuk mengakses pengoperasian website DWP palsu, sehingga mereka ini sangat berkaitan," jelas Handik.

Setelah Omo ditangkap, website dwp2016.com, sekitar pukul 06.00 WIB pgi tadi masih aktif namun tidak melayani penjualan tiket konser. "Kemudian tadi pukul 09.00 WIB sudah dinon-aktifkan websitenya, kemungkinan temannya sudah mengetahui kalau Omo sudah ditangkap," sambung Handik.

Dari tersangka Omo, polisi menyita barang bukti di antaranya 3 unit ponsel, 2 kartu ATM, uang tunai hasil kejahatan senilai Rp 5,7 juta, 1 buah jam tangan, 2 buah cincin emas, 1 buah cincin baru akik, sweater dan topi yang digunakan saat menarik uang hasil kejahatan di ATM.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 jo Pasal 2 ayat (1) huruf r dan atau z UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sementara itu, Hendro Santoso selaku Legal Officer Ismaya Group mengapresiasi upaya tim Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang telah menangkap pelaku.

"Kami penyelenggara resmi DWP, intinya kami mengapresiasi ke Subdit Resmob karena dalam waktu singkat sekitar 3 minggu sejak laporan kami buat, pelaku dapat berhasil ditangkap," ujar Hendro.

Hendro mengatakan, pihaknya sepenuhnya mempercayakan penyidikan kasus tersebut ke aparat polisi. "Dan kami berharap tidak terulang kembali dan pelajaran juga buat pelaku di luar sana yang menggunakan modus penipuan online," tambah Hendro.

Sarah Deshita selaku Asisten Brand Manager Ismaya Group mengatakan, pihaknya dirugikan atas penipuan tersebut. "Tentu ini sangat merugikan kami, karena dengan adanya website palsu ini, dan pembeli tiket juga tentunya dirugikan karena yang seharusnnya mendapatkan tiket ternyata tidak," jelas Sarah.

Menurut Sarah, pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat yang telah mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku setelah melakukan pembelian tiket via www.dwp2016.com. "Kerugian dari masyarakat yang verifikasi ke kami itu jumlahnya bisa sampai ratusan juta rupiah," imbuh Sarah.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam pembelian tiket. "Website official DWP cuma satu yaitu www.djakartawarehouse.com," tutupnya.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed