Anton merupakan pimpinan Padepokan Satria Aji. Sedangkan kedua korban, yakni Ahmad Sanusi dan Shandy Eko Budianto adalah pengikut dari Anton.
"Ini adalah korban penipuan praktik perdukunan dengan motif mendatangkan emas secara gaib. Pengikut atau pesertanya dengan syarat menyetorkan sejumlah uang kepada Anton. Masih kami dalami," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho, Senin (3/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan Anton, dia dan Riyadi mengajak Ahmad dan Shandy untuk bertemu di sebuah tempat kosong di Kp Serap. Riyadi membeli kopi dan memberikan kepada Anton untuk diberikan kepada kedua korban.
Setelah minum kopi, Ahmad dan Shandy sekarat mengeluarkan darah dari mulut. Tak lama kedua korban tewas seketika.
Mayat Ahmad dan Shandy lalu dibuang ke tempat berbeda dengan menaiki mobil Avanza milik Anton yang dikendarai Riyadi.
Dari penggerebekan tempat perdukunan Anton, polisi menyita barang bukti berupa; 'emas batangan' 5 buah, keris sakti 1 buah, rajah semar mesem, wafak panjang 8 buah, kotak emas 13 buah, kulit macan, misik, minyak jafaran, minyak kenanga. Ternyata 'emas batangan' tersebut adalah kuningan untuk mengelabui pengikutnya di Padepokan Satria Aji. (bag/bag)











































