Ya, Songa gadis kecil bermata lentik nan cantik itu tinggal di sebuah rumah semi permanen dengan kayu dan tambalan triplek. Rumah Songa begitu ringkih. Posisi rumah berukuran kurang lebih 6 x 3 meter itu tak lagi tegak. Tiang-tiang penyangganya sudah miring dengan sudut kemiringan hampir 60 derajat.
Ada dua ruangan di rumah Songa. Satu buat dapur, dan satunya lagi buat ruang tidur sekaligus ruang keluarga. Aneka spanduk dan kertas ditempel di dinding untuk menutup lubang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap akan tidur saya selalu teringat Songa, apa bisa dia tidur nyenyak. Bagaimana kalau roboh itu rumah, bagaimana kalau hujan turun, bagaimana nasib Songa," kata Stef saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/9/2016).
![]() |
"Rumah Songa lantainya keras, bagaimana dia bisa hidup dengan kondisi seperti itu," tambah pria yang fasih berbahasa Indonesia itu.
Stef yang lahir di Roma, Italia pada 11 Januari 1974 itu ingin Songa bisa menikmati masa-masa kecilnya seperti anak Indonesia lainnya. Stef ingin Songa tinggal di rumah permanen yang layak huni.
Namun apa daya, orang tua Songa hanya pekerja serabutan. Simon (39) ayah Songa bekerja sebagai sopir panggilan bila ada tamu dari Papua datang ke Jakarta. Sementara sang ibu, Diana (36) tak memiliki pekerjaan tetap.
Melalui seorang kawan di Jakarta, muncul gagasan agar dilakukan penggalangan dana untuk Songa melalui kitabisa.com. Stef menyambut ide tersebut. Dimulailah penggalangan dana untuk keluarga Songa.
Tak hanya melalui kitabisa.com, Stefano juga berusaha menggugah solidaritas dari koleganya yang tinggal di Indonesia dan beberapa negara lain. Sejumlah foto Songa dan kondisi rumahnya diunggah ke akun Facebook Stefano.
![]() |
Sejumlah kolega menyampaikan keprihatinannya akan kondisi Songa dan keluarga yang tinggal di gubuk reyot di Plumpang, Jakarta Utara. Sayang hingga hampir 2 pekan dilakukan penggalangan dana, uang yang terkumpul baru sekitar Rp 3 juta.
Padahal dalam perkiraan Stefano, untuk memperbaiki rumah Songa diperlukan paling tidak Rp 50 sampai Rp 75 juta. "Saya tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk membantu Songa. Tapi saya akan tetap terus berusaha agar Songa bisa tinggal di rumah layak dan bermain seperti teman sebayanya," kata Stef.
Sosok Stefano Romano bisa disaksikan dalam video di bawah ini:
(erd/trw)