Tips IDI agar Terhindar dari Bahaya Obat Palsu

Tips IDI agar Terhindar dari Bahaya Obat Palsu

Rini Friastuti - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2016 14:08 WIB
Foto: Rini Friastuti/detikcom
Jakarta - Masyarakat awam menjadi pihak yang paling dirugikan atas beredarnya obat palsu. Untuk mengantisipasi agar tak menjadi korban peredaran obat-obatan ilegal tersebut, ada beberapa tips yang dianjurkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ini sarannya.

"Supaya aman, salah satu caranya adalah dapatkan obat dari tempat resmi. Jadi masyarakat kalau mau dapat aman, cari tempat resmi untuk cari obat," ujar Daeng Fakih, ketua IDI, usai diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2016).

Tempat resmi yang dimaksudkan Fakih adalah apotek yang memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan memiliki apoteker berizin untuk meracik obat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu, pakai obat atas anjuran dokter, karena pemakaian obat itu semestinya dari indikasi medis," kata Fakih.

Lalu bagaimana apabila hanya terjangkit penyakit ringan seperti sakit kepala? Fakih mengatakan boleh saja membeli obat sakit kepala yang dijual di warung asalkan tidak menjadi kebiasaan. "Kalau pertolongan pertama untuk pusing dengan minum obat warung oke lah tapi jangan terus menerus karena kalau berlanjut ada penyakit lain yang mendasari, bukan hanya sekadar sakit sederhana," jelasnya.

"Makanya selalu dalam iklan obat diingatkan masyarakat kalau sakit, berlanjut hubungi dokter, ya karena itu. Jadi, masyarakat terlindung dari bahaya obat, kedua, terhindar dari penyakit yang berkembang lebih buruk lagi," tutupnya. (rni/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads