DetikNews
Kamis 18 Agustus 2016, 16:15 WIB

Tanaman Hias Begonia Jenis Baru Ditemukan Peneliti LIPI di Pulau Seram

Rini Friastuti - detikNews
Tanaman Hias Begonia Jenis Baru Ditemukan Peneliti LIPI di Pulau Seram Foto: Wisnu H. Ardi/LIPI
Jakarta - Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI kembali menemukan jenis baru Begonia di Taman Nasional Manusela Kepulauan Seram. Jenis baru dari tanaman hias ini diberi nama Begonia Manuselaensis.

Wisnu H Ardi, staf peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (18/8/2016) mengungkapkan, penemuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara dirinya dengan peneliti Kebun Raya "Eka Karya" Bali LIPI I Made Ardhaka setelah melakukan identifikasi dari akhir tahun 2015.

"Begonia manuselaensis ini di publikasikan di Jurnal Reinwardtia edisi Juni 2016," ujarnya.

Jenis baru dari tanaman Begonia ini memiliki ciri-ciri diantaranya tumbuh merayap, memiliki sisik kecil berwarna merah pada bagian batang dan tangkai daunnya. Selain itu daunnya berbentuk bulat telur dan berukuran kecil, berbunga sedikit.
Begonia Manuselaensis (Wisnu H Ardi/LIPI)
Dalam setiap kali perbungaan terdapat hanya 2 bunga jantan dan 1 buang betina (uni flora). Karakter ini yang membedakan dari jenis yang paling mirip, yaitu Begonia Gemella dari Sulawesi Utara.

"Jenis ini ditemukan hanya tumbuh endemik di hutan Manusela dalam kontur tanah dataran rendah, dan pada bebatuan kapur," ujar Wisnu.

Saat ini baru diketahui ada 4 jenis Begonia yang ditemukan dari Pulau Seram, dua diantaranya merupakan jenis dengan sebaran yang luas artinya tidak hanya terdapat di Pulau Seram saja yaitu Begonia Aptera dan Begonia Rieckei. Sedangkan dua jenis lagi yaitu Begonia Galeolepis dan Begonia Manuselaensis merupakan jenis endemik Pulau Seram.

Wisnu menambahkan tantangan ke depannya bagi para peneliti adalah terus melakukan identifikasi dalam rangka mengungkap kekayaan flora khususnya jenis Begonia di Kepulauan Maluku, karena dari data spesimen herbarium di berbagai negara masih banyak spesimen yang belum terindetifikasi.


(rni/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed