DetikNews
Sabtu 06 Agustus 2016, 13:51 WIB

Masih Mahasiswi di Bandung, TW Buat Desain Snack Bikini karena Unik

Andhika Prasetia - detikNews
Masih Mahasiswi di Bandung, TW Buat Desain Snack Bikini karena Unik Hasil sitaan BPOM. Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
FOKUS BERITA: Kontroversi Snack Bikini
Jakarta - Snack Bikini atau Bihun Kekinian diproduksi sendiri oleh TW, perempuan berusia 19 tahun yang tinggal di Sawangan, Depok. TW diketahui masih berstatus sebagai mahasiswi di Bandung.

"TW mulai usaha tahun 2015. Dia mahasiswi di Bandung. Sekarang pesanan rata-rata 6.000 piece, tapi kalalau ada yang pesan ya pesan, tergantung pesanan online, harga snack-nya Rp 15-20 ribu," kata Kepala Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Kejahatan Anak dan Wanita (Srikandi) Polresta Depok AKP Elly Padiansari ketika dihubungi, Sabtu (6/8/2016).

Satgas Srikandi ikut dalam penggerebekan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung di pabrik rumahan pembuat Snack Bikini di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Hanya saja, Elly tak menyebut di mana tempat TW kuliah namun dari informasi yang didapat BBPOM Bandung, TW juga pernah mengikuti lembaga pendidikan non-formal.

Menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ini, TW mendesain kemasan Snack Bikini tanpa punya maksud negatif atau dalam hal ini mengarah pada pornografi. Dari pengakuan TW diketahui Snack Bikini sudah dijual di Bandung, Jakarta, Palembang, dan Semarang.

"Sebenarnya dia nggak mau mendesain ke arah porno, tetapi dia berpikir bahwa desain-nya unik. TW merasa itu tidak menjadi bagian pornografi," kata Elly.

TW disebutnya tidak menyangka bahwa kemasan snack yang ia produksi akan membawa masalah. Dikatakan Elly, TW adalah perempuan muda berhijab dan tidak bermaksud menjual Snack Bikini dengan tujuan pornografi.

"Inspirasinya dari ide sendiri, karena lucu. Dia tidak menyangka. Dia sih mau ganti kemasan, tapi belum tahu kapan. Dia seharusnya tidak seperti itu," jelasnya.

Tampilan kemasan snack Bikini memperlihatkan gambar perempuan memakai bikini. Kemasan Bihun Kekinian (Bikini) tersebut juga dilengkapi gambar dan bertuliskan 'remas aku' tepat digambar makanan dalam kemasan tersebut.

Dok. KPAI


Elly menyatakan pihaknya memberi pendampingan terhadap TW. BPPOM Bandung memang bekerja sama dengan Polres Depok saat melakukan penggerebekan di rumah tempat tinggal TW yang menjadi pabrik pembuatan Snack Bikini. Meski tidak ditahan, TW bersama sejumlah orang diketahui diamankan untuk dimintai keterangan.

"Kami hanya minta keterangan karena gambar, selanjutnya hanya mendampingi saja. Kalau BPOM ke polres, ya kami tindaklanjuti. Kalau kami dari PPA hanya menanggapi, dia produksi sendiri," terang Elly.

Snack Bikini ini diketahui tidak terdaftar. MUI Jabar pun sempat mempertanyakan label halal yang tercantum dalam kemasan makanan ringan tersebut. BPOM menginstruksikan kepada seluruh pelaku usaha baik produsen maupun penjual untuk tidak memproduksi dan mengedarkan produk pangan itu.
(elz/trw)
FOKUS BERITA: Kontroversi Snack Bikini
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed