detikNews
Senin 01 Agustus 2016, 11:08 WIB

Panglima TNI Ingatkan Tren Perang Masa Depan di Depan Mahasiswa Baru UI

Bartanius Dony A - detikNews
Panglima TNI Ingatkan Tren Perang Masa Depan di Depan Mahasiswa Baru UI Panglima TNI Beri Kuliah Umum di depan Mahasiswa Baru UI (Foto: Bartanius Dony A/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi pembicara dalam kuliah umum kegiatan mahasiswa baru (Kamaba) UI. Gatot mengingatkan tren perang di masa kini dan masa depan.

Gatot berbicara di depan ribuan mahasiswa baru yang semuanya mengenakan pakaian putih. Acara diselenggarakan di Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Senin (1/8/2016). Acara Kamaba UI dengan tema 'Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kita Wujudkan Indonesia yang Satu' diikuti 7.309 mahasiswa baru angkatan 2016. Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya dan diakhiri lagu Gebyar-gebyar.

"Saya akan mulai acara ini dengan hal yang tidak berbau militer. Sesuai dengan teori Malthus tentang populasi, kapasitas bumi hanya mampu menampung 3-4 miliar manusia," ujar Gatot dengan seragam dinas TNI AD-nya.
Panglima TNI juga bicara Teori Populasi (Dony/detikcom)

Gatot menyitir data 1 anak meninggal setiap 2,1 detik. 29 Anak meninggal tiap menit. Anak-anak meninggal karena kemiskinan dan kesehatan.

Gatot menyebutkan, saat ini minimal 70 persen konflik dunia dilatarbelakangi energi bumi. Konflik-konflik yang sekarang berlatar perang energi. Namun untuk kesekian puluh tahun yang akan datang akan menjadi perang ekonomi.

"Permasalahannya di tahun 2043 apakah anak cucu kita bisa hidup dengan layak?" tanya Gatot.
Panglima TNI Mengingatkan Tren Perang Masa Depan (Dony/detikcom)

Gatot lantas mengajak mahasiswa UI untuk membayangkan sebagai presiden negara non-ekuator, negara yang ketersediaan pangannya menipis.

Hal ini ditanggapi salah seorang mahasiswa Manajemen Kelas Khusus Internasional (KKI).

"Jika saya menjadi presiden di negara non-ekuator, yang saya lakukan pertama adalah mengubah energi menjadi energi yang terbarukan seperti pakai tenaga angin atau tenaga surya. Dan kalau itu belum tercukupi, maka jalan terakhir adalah memakai peperangan," kata mahasiswa itu disambut teriakan dan tepuk tangan rekan-rekannya.

"Jadi kamu mau nyerang Indonesia? Berhadapan sama saya kamu nanti," jawab Gatot disambut gelak tawa dan tepuk tangan mahasiswa.


(nwy/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com