DetikNews
Rabu 13 Juli 2016, 12:55 WIB

Komisi IX DPR Cecar Menkes soal Vaksin Palsu, Rapat Ditunda Sampai Besok

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Komisi IX DPR Cecar Menkes soal Vaksin Palsu, Rapat Ditunda Sampai Besok Foto: Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR menggelar rapat soal vaksin palsu (Bagus Prihantoro/detikcom)
Jakarta - Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR menggelar rapat untuk membahas kasus vaksin palsu yang rupanya sudah beredar selama 13 tahun. Anggota DPR mempertanyakan maksud Menkes Nila F Moeloek untuk melakukan vaksinasi ulang.

"Saya terbayang, saya menikah 2001, lahir anak saya 2003, kalau benar dari 2003 anak saya kena vaksin palsu. Membaca kesimpulan ini agen palsu ada di Medan, karena itulah saya kecewa, ibu Dirjen Obat bilang vaksin ulang, gimana mau vaksin ulang lagi, anak saya saja sekarang sudah mulai remaja," kata anggota Komisi IX Marwan Dasopang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).

Dia menyayangkan kejadian ini bisa sampai bertahun-tahun. Kemudian anggota lain, Ribka Tjiptaning menilai Kemenkes belum menjamin kesehatan masyarakat.

Foto: Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR menggelar rapat soal vaksin palsu (Bagus Prihantoro/detikcom)

"Padahal anggaran sudah miliaran untuk vaksinasi ini. Seharusnya malah bisa gratis. Sudah syukur masyarakat mau bayar untuk vaksin, kenapa malah disebut 'masyarakat maunya yang murah saja sih', ini menurut saya tidak bisa dibenarkan," ucap Ribka.

Ribka kemudian meminta agar rapat pembahasan anggaran untuk Kemenkes ditunda. Sebab, DPR belum mendapat penjelasan gamblang terkait vaksin palsu yang merugikan masyarakat.

Pimpinan Komisi IX Ermalena lalu menambahkan soal minimnya pendataan. Terlebih ketika ada pernyataan soal adanya sumber tidak resmi dalam pengadaan vaksin.

"Saya rasa perlu komunikasi resmi untuk dari Kemenkes masalah bahaya tidaknya, agar kita beri kesempatan menteri agar rapat dilanjutkan besok. Kita tak bahas rapat anggaran hari ini. Karena publik perlu tahu secara transparan soal vaksin palsu ini," imbuh Ketua Komisi IX Dede Yusuf.
(bag/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed