DetikNews
Sabtu 09 Juli 2016, 05:46 WIB

Begini Analisa Kakorlantas Polri Soal Penyebab Horor Macet Brebes Saat Mudik

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Begini Analisa Kakorlantas Polri Soal Penyebab Horor Macet Brebes Saat Mudik Foto: Tri Aljumanto/detikcom
Jakarta - Kemacetan arus mudik tahun ini menjadi sorotan media asing. Pemerintah Indonesia dinilai tidak melakukan persiapan matang pada arus mudik tahun ini.

Apa kata Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi?

"Ya itu situasional memang pada satu titik itu terjadi kemacetan tetapi pada titik lain tidak saya bisa buktikan. Kecuali total semua oke. Makanya kemarin kita alihkan ke Nagreg sana tetapi masyarakat dari Subang masuk lagi, sedangkan mereka yang memilih lewat nagreg aman dia. Cuma kena sebentar di limbangan udah sampai di jawa duluan," ujar Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto di Gerbang Tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jumat (6/8/2016).

"Saya tidak mau menyalahkan orang, lebih baik bagi saya kekurangan di mana saya perbaiki," sambungnya.

Agung mengatakan evaluasi dari kemacetan mudik kemarin memiliki banyak faktor. Dalam hal ini termasuk faktor sarana prasarana yang disiapkan pemerintah.

"Banyak faktor. Pertama infrastruktur itu bukan tol tujuan tol perlintasan kecil tetapi digunakan masyarakat semuanya pingin lewat situ. Sudah kita sekat-sekat sampai Brebes Barat, Pejagan Kanci. Kita punya data dibanding tahun lain pada periode sama lebih banyak 39% dibanding tahun kemarin itu artinya masyarakat memilih lewat situ jadi yang selatan berkurang ini jadi bahan evaluasi kita. Yang kedua saya katakan infrastruktur perbaikan jembatan kalau belum selesai dipaksa selesai kapan. Kemudian palang kereta api tidak bisa diganggu gugat 20 menit berhenti kita ikuti itu," imbuhnya.

Sementara dari perilaku pemudik kata Agung masyarakat terlalu menyepelekan kesiapan perjalanan. Terlebih sebagian masyarakat tidak memahami arahan polisi.

"Masyarakat juga harus belajar dari kemarin kalau diberhentikan polisi harus nurut, saya sendiri mendapat cerita mereka sudah distop polisi dan dialihkan ke selatan, tetapi sebagian dari mereka memaksakan pingin masuk ke ruas tol Cipali dan akhirnya terjebak, sehingga harusnya ada pembelajaran juga untuk kita ini juga pembelajaran untuk menganalisa kemacetan tadi sehingga bisa kita pecahkan kita paksa," bebernya.

Lalu siapa yang paling bertanggung jawab ?

"Saya tidak mau menyalahkan orang, lebih baik bagi saya kekurangan dimana saya perbaiki," tambahnya lagi.
(edo/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed