DetikNews
Rabu 08 Juni 2016, 17:16 WIB

Kemenhub Cek 133 Pesawat di 5 Bandara, 3 Pesawat Di-grounded untuk Perbaikan

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Kemenhub Cek 133 Pesawat di 5 Bandara, 3 Pesawat Di-grounded untuk Perbaikan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub melakukan ramp check (pemeriksaan rutin setiap bulan untuk memastikan kelaikan dan keselamatan pesawat) di 5 bandara besar dari 27 Mei-7 Juni. Hasilnya, ada 3 pesawat di-grounded untuk perbaikan.

Dijelaskan oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DitKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub M Alwi, pihaknya bersama Itjen Kemenhub melakukan pemeriksaan di 5 bandara besar di Indonesia pada 27 Mei - 7 Juni 2016 lalu. 5 Bandara itu adalah Soekarno-Hatta, Cengkareng; Juanda-Surabaya; Ngurah Rai-Denpasar; Kualanamu-Medan; dan Hasanuddin-Makassar.

"Sudah ada 133 pesawat di-ramp check untuk mengetahui sejak dini kesiapan armada melaksanakan angkutan di saat Lebaran," jelas M Alwi ditemui detikcom di kantornya di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016).

Sasaran ramp check ini adalah semua maskapai penerbangan, terutama yang melayani penumpang masa mudik Lebaran 2016. Maskapai-maskapai itu adalah Garuda Indonesia, AirAsia, NAM Air, Batik Air, Lion Air dan lain-lain.

Yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah kelaikan pesawat, fisik pesawat, dokumen pesawat, awak pesawat termasuk pramugara-pramugari, pemeriksaan kesehatan bagi kru pesawat dan sebagainya.

"Yang diperiksa fisik pesawat, teknik pesawat serta policy pesawat. Sampai ban dan limit break kita cek. Kami hanya memeriksa pesawat dan kru. Umumnya pihak operator sudah menyiapkan diri. Ban, kampas pengereman sudah siap," jelas Alwi.

Hasilnya, menurutnya ada temuan signifikan bagi 3 pesawat yang akhirnya diminta untuk di-grounded untuk perbaikan. Semua pesawat itu ditemukan saat ramp check di Bandara Soekarno-Hatta yang dirinci Alwi sebagai berikut:

1. Ada 1 pesawat kerusakan berulang. Sejak 11 Mei sampai 5 Juni 2016 terjadi kerusakan berulang. Konsekuensinya tidak boleh terbang atau di-grounded. Sekarang direparasi sehingga diketahui penyebabnya apa. Termasuk engineer yang mereparasi, sertifikat dicabut.

"Pesawat itu dari askapai Indonesia Air Asia, tipe Airbus 320," jelas Alwi.

2. Pesawat bernomor registrasi PK-TXZ berjenis Boeing 737-36N mengalami kerusakan berulang sejak 24-28 Mei, temperatur tinggi pada mesin nomor 1.

"Pesawat itu kita grounded. Kalau sudah begitu nggak boleh terbang sampai serviceable. Pesawat itu dari maskapai Express Air," ungkapnya.

3. Pesawat Boeing 737-300 milik Sriwijaya Air ditemukan engine nomor 1 head seal assembly error.

"Tanggal 5 Juni kemarin pesawat itu disertifikasi ulang dan di-grounded," jelas Alwi.

Ramp check akan dilakukan Ditjen Udara Kemenhub hingga 3 pekan mendatang. Total pesawat yang kena ramp check sebanyak 520 pesawat. Pesawat yang kena ramp check akan dicek lagi setelah 3 hari.

"Kita tak ada toleransi untuk keselamatan udara," tegasnya.

Kemenhub memastikan pada masa mudik Lebaran kesiapan moda pesawat 100%. Sifat moda pesawat yang cepat, membuat frekuensi penerbangan akan membeludak di sekitar hari H Lebaran.

"Lain dengan transpor lain. Pesawat udara frekuensi terbang bisa minta tambahan flight. Jika menjelang lebaran permintaan banyak bisa ekstra jadi 2-3 kali penambahan terbang," bebernya.


(nwk/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed