DetikNews
Kamis 14 April 2016, 14:26 WIB

Sedih! Museum Radyapustaka Solo Tutup karena Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan

Muchus Budi R. - detikNews
Sedih! Museum Radyapustaka Solo Tutup karena Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan Foto: Muchus Budi/detikcom
Solo - Radyapustaka, museum tertua di tanah air, sudah dua hari ini seluruh karyawannya tidak masuk kerja. 12 karyawan mangkir, tidak masuk kerja tanpa menyampaikan pemberitahuan. Pihak Komite Museum Radyapustaka mengakui sedang mengalami problem keuangan serius, bahkan sudah sejak Januari karyawannya tidak digaji karena tidak memiliki dana.

St Wiyono, salah satu anggota Komite Museum Radyapustaka, mengakui bahwa sudah sejak dua hari terakhir seluruh karyawannya tidak masuk kerja. 12 karyawan itu meliputi perawat koleksi, pustakawan hingga pemandu wisatawan. Karena tidak ada petugas sama sekali maka diputuskan museum tutup untuk kunjungan umum.

"Pada hari Rabu kemarin semua pamit tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Kalau hari ini semua juga tidak masuk lagi namun sudah tidak menyampaikan pemberitahuan sama sekali. Saat ini kami sedang mencari tahu alasannya. Yang jelas, kami tidak bisa memberikan teguran apapun karena memang posisi kami sangat lemah," ujar Wiyono, Kamis (14/4/2016).

Komite selaku pengelola mengakui semenjak Januari belum bisa memberikan hak-hak karyawannya berupa gaji bulanan. Alasannya karena memang saat ini tidak ada dana yang dipegang oleh komite untuk menggaji karyawan. Semua pemasukan yang diterima dari hasil penjualan tiket kunjungan, tidak memadai untuk itu. Bahkan pemasukan itupun tak cukup untuk membayar tagihan listrik bulanan.

Masalah keuangan itu terjadi lantaran kebijakan baru pemerintah mengenai dana hibah. Pemerintah hanya bisa menyalurkan dana tersebut untuk lembaga berbadan hukum. Sedangkan Radyapustaka belum menjadi lembaga berbadan hukum.

"Pemerintah diharapkan segera mencari jalan keluar. Bulan depan kami sudah tidak mampu membayar listrik," lanjutnya.

Problem keuangan memang sudah dirasakan Radyapustaka semenjak beberapa waktu terakhir. Proses digitalisasi naskah kuno koleksi Radya Pustaka terpaksa dihentikan beberapa waktu lalu. Alasannya dana hibah Rp 300 juta yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota Surakarta tidak kunjung cair. Padahal dari sekitar 400 naskah kuno koleksi, baru 70 naskah telah di digitalisasi sejak awal 2015.

Digitalisasi adalah langkah penting untuk pelestarian naskah kuno. Selain untuk menyelamatkan naskah dan isinya, setelah digitalisasi selesai masyarakat bisa mengakses isi naskah melalui jaringan internet yang disediakan oleh museum berupa monitor layar sentuh sehingga pengunjung tidak perlu membuka naskah analognya.

Plt Sekda Kota Surakarta, Rachmad Sutomo, mengakui akan segera melakukan langkah cepat. Diharapkan paling lambat dua pekan kedepan sudah ada dana cair untuk operasional. Dia mengakui aturan baru mengenai dana hibah menjadi kendala, sehingga anggaran akan dilewatkan pada kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

"Bantuan hanya bisa digunakan untuk operasional seperti rutin seperti gaji, pembayaran listrik serta pengeluaran rutin lainnya. Kami tidak bisa mendanai program atau kegiatan lain," tegasnya.
(mbr/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed