DetikNews
Senin 04 April 2016, 23:03 WIB

Pengamat: Diduga Tabrakan Batik Air dan TransNusa Karena Lemahnya Koordinasi

Ray Jordan - detikNews
Pengamat: Diduga Tabrakan Batik Air dan TransNusa Karena Lemahnya Koordinasi Foto: Istimewa
Jakarta - Pesawat Batik Air bertabrakan dengan pesawat TransNusa di landasan pacu (runway) Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai ini adalah kecelakaan serius.

Batik Air jenis Boeing 737-800 itu rencananya hendak terbang menuju Ujung Pandang. Namun, saat sedang persiapan dan melaju di runway, tiba-tiba bersenggolan dengan maskapai TransNusa yang sedang melintas di jalur yang sama.

"Kecelakaan antara Batik Air yang sedang persiapan tinggal landas (sudah di landasan pacu) dengan pesawat TransNusa yang sedang 'on tow' atau ditarik menyeberang landasan pacu, merupakan kecelakaan serius," kata pengamat penerbangan Alvin Lie kepada detikcom, Senin (4/4/2016).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun dilaporkan, kedua maskapai mengalami kerusakan parah. Bagian sayap Batik Air itu patah dan terbakar. Sedangkan maskapai TransNusa mengalami kerusakan di bagian atas dan ekor.

"Apabila pesawat Batik Air sudah rolling dengan kecepatan tinggi, dapat dipastikan korban akan banyak," jelas angota Ombudsman ini.

Alvin mengatakan kejadian ini persis dengan kecelakaan B 747 PanAm dengan B747 KLM di bandara Los Rodeos (sekarang Bandara Tenerife Utara di pulau Tenerife) pada 27 Maret 1977 silam.

"Patut diduga, kecelakaan ini akibat kelemahan koordinasi antara ATC dengan pengemudi mobil penarik (tow car) dan pilot Batik Air. Suatu tamparan bagi penerbangan RI yang sedang berupaya meraih peringkat I FAA," kata Alvin Lie.




(jor/dha)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed