"Mereka bilang, apa sih untungnya Jakarta? Saya bilang, kami memang terlambat dalam teknologi, tetapi keuntungannya adalah kami tinggal ikuti saja teknologi termutakhir kalian," kata Ahok dalam Belgium-Indonesia Cleantech Summit di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016).
Jakarta tak perlu mengikuti satu per satu secara berurutan teknologi yang diterapkan di kota-kota negara maju. Ahok menyebut Jakarta siap menerapkan teknologi yang dipakai kota-kota lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, hanya ingin membangun dan tak ingin terlalu banyak riset. Dia lalu menyatakan, negara maju sudah pernah memberikan riset pada tahun 1993.
"Itu sudah 16 tahun. Kalau konteksnya adalah mengambil keputusan, kita perlu banyak diskusi. Mereka bilang perlu riset lain saat ini. Saya bilang saya hanya ingin membangun, bukan riset!" ucap Ahok.
Dia lalu menganalogikan sikap Presiden Jokowi yang juga sama dengannya soal MRT. Sudah ada kajian pada 6 tahun lalu sehingga tak perlu lagi kajian, langsung ke groundbreaking saja.
Mobilitas masyarakat sangat tinggi, sehingga butuh transportasi massal berteknologi mutakhir. Jika terlalu lama menunggu riset, mungkin saja tak bisa mengejar kebutuhan masyarakat. Ahok juga menyebutkan bagaimana pemerintah menggandeng swasta untuk mewujudkan transportasi yang representatif. Sehingga beban negara atau pun pemerintah daerah bisa lebih ringan.
"Saya tinggalkan Deputi saya yang lebih pintar dari saya, Prof Sutanto (Deputi Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi, -red). Deputi harus pintar, kalau Gubernurnya tidak harus," canda Ahok yang kembali memecah tawa. (bag/rvk)











































