DetikNews
Selasa 01 Maret 2016, 23:16 WIB

Polisi Tangkap Penjual Kosmetik dan Obat Ilegal Keliling

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Tangkap Penjual Kosmetik dan Obat Ilegal Keliling Foto: Dok Polres Tulangbawang
Tulangbawang - Aparat polisi menggeledah sebuah toko obat dan kosmetik ilegal di Kampung Mulyaasri, Tulangbawang Tengah, Tulangbawang, Lampung. Penggeledahan dilakukan menyusul tertangkapnya penjual obat dan kosmetik keliling.

"Tersangka selain menjual obat dan kosmetik tidak berizin di tokonya juga mengedarkannya secara keliling ke beberapa tempat," ujar Kapolres Tulangbawang AKBP Agus Wibowo dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (1/3/2016).

Tersangka berinisial MY (37) ditangkap tim Tekab 308 pada Selasa (1/3) dini hari di Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Banjaragung, Tulangbawang. Saat itu tersangka mengemudikan mobil Daihatsu Grand Max bernopol BE 9298 TG.

"Saat kami cek mobilnya ternyata yang bersangkutan membawa sejumlah kosmetik dan obat-obatan tanpa izin," ujarnya.

Polisi kemudian menggeledah toko milik tersangka 'Sumber Jaya' di Kampung Mulyaasri, Tulangbawang Tengah, Tulangbawang. Di lokasi, polisi menemukan ratusan kosmetik dan obat-obatan berbagai merek tanpa izin senilai ratusan juta rupiah.

"Tersangka mengedarkan kosmetik dan obat-obatan ilegal tanpa izin ini sejak 3 bulan lalu. Keuntungannya diperkirakan mencapai puluhan juta per bulan," imbuh Agus.

Menurut Agus, selain menjual di toko miliknya, tersangka juga mengedarkan obat-obatan dan kosmetik tersebut secara langsung kepada konsumen dengan berkeliling menggunakan mobilnya.

"Tersangka mengedarkannya ke Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang Penawar, Kabupaten Mesuji," jelasnya.

Dari toko tersangka, polisi menyita sejumlah obat-obatan seperti teosal 20 box, piroxikam, demacolin10, grafalin 10 dan lain-lain serta sejumlah kosmetik seperti DR, sabun kecantikan, maxipeel, obat pemutih wajah, obat pelangsing dan lain-lain.

"Kepada tersangka kami tahan dan dikenakan Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar," tutupnya.
(mei/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed