DetikNews
Sabtu 27 Februari 2016, 06:32 WIB

Polisi Mutilasi 2 Anaknya

2 Anak Jadi Korban, Gangguan Mental Anggota Polisi Jangan Terabaikan

Rachmadin Ismail - detikNews
2 Anak Jadi Korban, Gangguan Mental Anggota Polisi Jangan Terabaikan Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Brigadir Petrus Baku membunuh dua anaknya dengan keji. Dia diduga kuat mengidap penyakit mental yang menyerang otak yakni schizophrenia. Gangguan seperti ini seharusnya jangan sampai terabaikan, bahkan menimbulkan korban.

Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, polisi adalah kelompok dengan risiko tinggi untuk mengalami gangguan mental. Seharusnya, tanda-tanda schizophrenia bisa terdeteksi oleh atasan dan lembaga.

"Jadi, ini bukan masalah si personel semata. Apalagi ketika yang menjadi korban adalah sipil, maka semakin tegas bahwa pertanggungjawaban institusional juga harus ditunjukkan," ujar Reza lewat keterangan tertulis, Jumat (26/2/2016).

Reza juga berharap ada pemeriksaan secara menyeluruh dan berkala terhadap para anggota polisi dari Unit SDM. Setelah itu, Propam bisa mengecek kepedulian atasan kepada bawahannya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya menjelaskan, dalam proses rekrutmen anggota memang ada tes kejiwaan. Namun itu tidak bisa mencakup keseluruhan aspek. Khusus untuk Petrus, masih perlu pendalaman.

"Selama ini dilakukan tes kejiwaan, dia (Petrus) bukan sakit jiwa, dia kesurupan," kata Badrodin di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (26/2/2016).

Saat ditanya apakah ada upaya deteksi yang dilakukan seperti atasan mengawasi bawahan, Kapolri menegaskan tak semua aspek bisa dideteksi.

"Kalau nggak ada tanda-tandanya, bagaimana bisa mengetahui. Karena dia itu mungkin saat tertentu saja, saat ada masalah, bisa saja terjadi seperti itu. Jadi tidak selamanya bisa dideteksi perilaku seperti itu, tapi mungkin keluarganya itu tahu, paham, tapi kan kedinasan belum tentu bisa mengetahui seperti itu," urainya.

Menurut Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, pemeriksaan terhadap Petrus baru dilakukan pekan depan. "Pekan depan baru dilakukan pemeriksaan kejiwaan pada pelaku," imbuhnya.
(mad/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed