DetikNews
Rabu 03 Februari 2016, 12:47 WIB

Alasan Ahok Ingin Hapus Premium: Kurangi Impor, Polusi, dan Dorong Pemakaian Bus

Danu Damarjati - detikNews
Alasan Ahok Ingin Hapus Premium: Kurangi Impor, Polusi, dan Dorong Pemakaian Bus Foto: Ari Saputra
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) berencana menghapus peredaran bensin jenis premium dari Jakarta. Ada tiga alasan yang mendasari rencana beleid Ahok ini.

"Ini ada bagian, di satu pihak, negara hemat karena tidak impor," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (3/2/2016).

Alasan pertama, dihapuskannya premium dari Jakarta berarti mengurangi impor premium. Dengan demikian, beban biaya impor dari duit negara bisa dikurangi.

Alasan kedua, penghapusan distribusi premium di Jakarta berarti juga mengurangi polusi dari kendaraan bermotor. "Kedua, mengurangi polusi," kata Ahok.

Alasan ketiga, Ahok ingin mendorong penggunaan transportasi umum yakni bus. Pengendara sepeda motor yang biasa memakai premium akan beralih menggunakan bus.

"Ketiga, memaksa yang naik motor pindah ke bus," kata dia.

Lagipula, Ahok sudah mendorong penggantian bahan bakar ke BBG (Bahan Bakar Gas) untuk kendaraan umum angkot dan mikrolet. Namun angkot dan mikrolet tetap tak responsif dengan dorongan itu, padahal sudah ada Mobile Refueling Unit (MRU) dan konverter kit yang diperlukan.

"Saya sudah teriak-teriak suruh ganti bahan bakar gas berapa lama? Tiga tahun loh," kata Ahok.

Ahok mengusulkan kebijakan tersebut, namun soal realisasinya itu tergantung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina. Sekarang surat usulan penghapusan premium sedang disiapkan Pemertintah Provinsi DKI.
(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed