DetikNews
Jumat 08 Januari 2016, 11:24 WIB

Lakon Sandyakala Ning Majapahit dalam Kisruh Golkar yang Kian Meruncing

Erwin Dariyanto - detikNews
Lakon Sandyakala Ning Majapahit dalam Kisruh Golkar yang Kian Meruncing Foto: Rengga
Jakarta - Kamis, 7 Januari 2016 menjadi hari yang sibuk bagi sejumlah politisi senior Partai Golongan Karya baik dari kubu Agung Laksono maupun Aburizal Bakrie (Ical). Secara maraton mereka mendatangi dua tokoh sepuh Golkar, Akbar Tandjung dan Bacharuddin Jusuf Habibie.

Dari kubu Agung Laksono ada Priyo Budi Santoso dan Agun Gunandjar Sudarsa. Sementara dari kubu Ical datang Wantim Golkar Hafiz Zamawi, Indra Bambang Utoyo, Anwar Arifin, dan Rizwantoni. Hasil dari dua pertemuan itu adalah mendesak agar digelar Musyawarah Nasional untuk menyelamatkan Partai Golkar.

Tokoh senior Golkar saat menemui BJ Habibie


Baca juga: Ini Tiga Cara Selamatkan Golkar dari Hasil Pertemuan dengan Akbar Tandjung

Kesepakatan dari pertemuan itu akan dibawa ke Mahkamah Partai Golkar (MPG) untuk diputuskan. Menurut Priyo Menurut Priyo saat ini satu-satunya yang bisa menyelamatkan Golkar adalah Mahkamah Partai. "Karena dalam keadaan vacum seperti saat ini yang masih hidup di Kemenkum HAM adalah MPG Munas Riau," kata Priyo saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/1/2016).

Bila Munas tak digelar, kata Priyo, Golkar akan memasuki masa senjakala seperti dalam lakon Sandyakala Ning Majapahit. "Golkar akan menapaki hari-hari kelam, senjakala. Dan bila terjadi senjakala, mereka (kubu Ical) harus bertanggung jawab," kata Priyo.

Sandyakala Ning Majapahit adalah sebuah novel drama sejarah karya Sanusi Pane. Novel ini berkisah tentang lakon di Kerajaan Majapahit yang runtuh akibat perang saudara tak berkesudahan. Putra-putra dari istri selir Raja Hayam Wuruk berebut takhta yang sedang kosong.

Sepeninggal Hayam Wuruk Kerajaan Majapahit dirundung pemberontakan. Dinasti Majapahit pun runtuh. Novel Sandyakala Ning Majapahit disarikan dari 3 kitab, yakni: serat Kanda Damarwulan, Pararathon dan Negarakrtagama.

Akankah Golkar mengalami nasib serupa Majapahit yang berakhir akibat perang saudara memperebutkan takhta kosong?
(erd/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed