DetikNews
Selasa 01 Desember 2015, 11:14 WIB

Bicara di KTT Iklim, Din Singgung Krisis Moral Penyebab Kerusakan Lingkungan

Ferdinan - detikNews
Bicara di KTT Iklim, Din Singgung Krisis Moral Penyebab Kerusakan Lingkungan Para pemimpin dunia di COP21 di Paris, Prancis (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Istana Kepresidenan)
Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Menyelamatkan Bumi) Din Syamsuddin, tampil sebagai pembicara dalam Conference of Parties 21 (COP 21) atau KTT Perubahan Iklim di Paris, Prancis.

Dalam presentasinya, Din menegaskan kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim dan pemanasan global adalah masalah moral. Krisis lingkungan menurutnya adalah wujud dari krisis moral.

"Oleh karena itu, solusi terhadap perubahan iklim yang menjadi salah satu fokus COP-21 di Paris harus menyertakan pendekatan moral dan etika agama. Tanpa landasan dan pendekatan moral, solusi menjadi tidak berarti dan tak akan sejati," kata Din saat berbicara di Paviliun Indonesia pada sesi Interfaith Dialogue: Faith Action for Climate Solution, Senin (30/11/2015).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, menegaskan kerusakan di muka bumi adalah akibat ulah perbuatan manusia. Karena itu, penanggulangan masalah perubahan iklim dengan segala dampaknya sambung Din harus menjadi tanggung jawab bersama semua umat beragama.

Selain itu, Din juga berbagi pengalaman Indonesia melalui Siaga Bumi dalam penanggulangan dampak perubahan iklim dan kerusakan ekosistem melalui pendekatan keagamaan.

Siaga Bumi, yang merupakan gerakan nasional lintas agama, tengah melakukan gerak aksi berupa penyadaran untuk pemuliaan lingkungan hidup, penciptaan Eco-Rumah Ibadat (Eco-RI), dan penciptaan sungai bersih.

"Terkait Eco-RI, Siaga Bumi telah meluncurkan Eco-Vihara di Bogor akhir Oktober lalu, dan Eco-Masjid pada awal Januari yang akan datang, yang akan disusul oleh Eco-Masjid, Eco-Gereja, Eco-Pura, Eco-Klenteng, dan seterusnya. Kita perlu mulai dari menjadikan Rumah Tuhan sebagai tempat ramah lingkungan, sebelum kita bergerak memuliakan bumi ciptaanNya," ujar Din dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Din Syamsuddin di Paris, Prancis


Eco-Rumah Ibadat tersebut akan mengambil bentuk pengasrian bangunan, pengasrian halaman melalui penanaman pohon, dan perbaikan sanitasi atau saluran air.

Sedangkan gerakan kali bersih akan diawali dengan perubahan cara pandang dan budaya masyarakat bahwa kali bukan tempat pembuangan barang-barang buruk, tapi aliran air dan sumber mata air kehidupan serta penghidupan.

Din menegaskan, Siaga Bumi akan bekerja sama dengan semua pihak yang peduli, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

"Solusi terhadap kerusakan lingkungan hidup, perubahan iklim dan pemanasan global tidak dapat ditangani satu pihak saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Pada titik tanggung jawab kolektif inilah agama-agama menemukan rendevous-nya," ujarnya.
(fdn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed