Usai Cecar Pansel Capim KPK, Komisi III Tunda Rapat Hingga Besok Malam

M Iqbal - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 01:18 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam rapat dengan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK, Komisi III DPR banyak mempertanyakan prosedur dan proses seleksi para Capim KPK yang menghasilkan delapan nama. Namun rapat itu akhirnya ditunda dan berakhir hanya sampai tanggapan anggota DPR.

"Untuk lebih objektif (menjawab), kita ingin tunda rapat untuk dibahas dan dipelajari dulu. Pertanyaan-pertanyaan itu silakan dikumpulkan dulu. Saya juga banyak pertanyaan, tapi besok dilanjutkan," ucap pimpinan rapat Benny K Harman di Ruang Komisi III Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2015) malam.

"Kita tunda sampai besok malam. Pukul 19.30 WIB tepat kita mulai. Setuju ya?" imbuhnya sambil mengetok palu tanda rapat berakhir.

Penyebab dari ditundanya rapat adalah bahan paparan Pansel yang belum dibagikan kepada para anggota Komisi III, sehingga menyulitkan para anggota dewan untuk memberi tanggapan. Hanya Pimpinan Komisi III yang diberikan bahan laporan berisi proses dan profil delapan Capim KPK itu.

Sementara dalam sesi tanggapan, anggota Komisi III banyak mempertanyakan masalah prosedur dan kepatuhan Pansel pada UU KPK dalam menggelar proses seleksi.

Anggota F-PPP Arsul Sani mempertanyakan syarat Capim dalam UU KPK soal latar pendidikan calon harus sarjana hukum atau punya pengalaman di bidang hukum, ekonomi, keuangan atau perbankan minimal 15 tahun. Menurutnya, hanya empat orang yang memenuhi syarat.

Begitu juga dengan politisi Partai Hanura Dossy Iskandar yang menilai ada indikasi ketidakpatuhan pada UU dalam prosedur seleksi yang bisa saja membuat proses seleksi itu dihentikan. Dia juga mempertanyakan tata tertib dan kode etik Pansel.

Sementara Akbar Faisal, menyayangkan tidak adanya komunikasi dari Pansel Capim KPK dengan Komisi III selama proses seleksi sekitar tiga bulan bergulir. Padahal, Komisi III-lah yang pada akhirnya akan menentukan siapa yang layak jadi pimpinan KPK.

"Dari delapan nama, saya bisa pastikan ada 3 yang tidak layak. Tapi kita tidak buka malam ini," ucap Akbar.

Ditemui usai rapat, ketua Pansel Destri Damayanti menilai wajar Komisi III banyak mempertanyakan hal-hal di atas. Dia memastikan semua pertanyaan itu bisa dijawab dalam rapat selanjutnya.

"Buat kita nanti dilihat saja, kita punya data pendukung. Kami sudah kerja sama dengan instansi kepolisian, kejaksaan, BIN dan sebagainya untuk melihat rekam jejak calon. Jadi kami berpegang pada informasi yang kami dapatkan," ucap Destri.

"Jadi masalahnya memang bahannya belum semua dibagikan," imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan tidak adaya komunikasi antara Pansel dengan Komisi III? "Saya belum bisa komentar, itu nanti besok kita jawab," ucap Destri. (bal/dnu)