DetikNews
Rabu 04 November 2015, 16:02 WIB

Risma dan Bupati Batang Raih Bung Hatta Award 2015

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Risma dan Bupati Batang Raih Bung Hatta Award 2015 Foto: Mulya Nurbilqis
Jakarta - Mantan walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo meraih Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2015. Mereka terpilih karena dinilai memiliki integritas dan melakukan inovasi di sektor pelayanan publik.

"BHACA memberikan penghargaan kepada 2 individu yang berintegritas tinggi dan dinilai berhasil. Melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah," kata salah satu dewan juri BHACA 2015 Endy M. Bayuni dalam jumpa pers di kafe Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).

Hadir juga Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA Natalia Subagjo dan 2 orang pengurus lainnya.

Pemilihan kedua nama tersebut melalui proses yang panjang. Panitia meminta masukan dari masyarakat sejak bulan Maret dan diseleksi hingga menjadi 16 nama. Nama-nama yang diajukan boleh dari pejabat,  pegawai BUMN,  aktivis, politisi hingga kepala daerah.

Panitia juga melibatkan KPK, kepolisian, Ombudsman untuk mendapat informasi terkait rekam jejak nama-nama yang sedang diseleksi. Dari 16 nama tersebut dipilih 6 nama tokoh dan kembali diseleksi hingga nama kedua kepala daerah tersebut terpilih.

Beberapa karakter dan nilai yang harus melekat pada tokoh pemenang yakni bersih dari praktek korupsi, tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan dan jabatannya, tidak menyuap atau disuap serta berperan aktif memberikan inspirasi atau mempengaruhi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Saat mendapatkan kedua nama tokoh tersebut, pihak dewan juri menghubungi mereka dan mewawancarai serta menyampaikan berita bahwa mereka telah dipilih untuk menerima BHACA tahun 2015.

"Mereka juga menyanggupi dan memahami syarat-syarat yang mereka akan sandang sebagai penerima penghargaan," terangnya.

Risma dinilai berhasil membangun Surabaya menjadi kota cantik dan tertata serta pembuatan sistem e-procurement dan e-goverment membuat kontrol pengeluaran dinas-dinas menjadi lebih mudah serta mencegah praktek korupsi.

"Selain bersih lingkungan fisiknya, Surabaya juga bersih tanpa korupsi dalam tata kelola pemerintahan," sambungnya.

Sementara itu, Yoyok dipilih karena sejak menjabat 2012, ia sudah membuat Surat Pernyataan Bupati Batang tidak meminta proyek dengan mengatasnamakan pribadi, keluarga atau kelompok. Selain itu, ia juga membuat festival anggaran agar seluruh perencanaan anggaran dipamerkan pada masyarakat. Ia juga menggandeng Transparency International Indonesia (TII), ICW dan KPK untuk sistem birokrasi yang lebih bersih.


(mnb/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed