DetikNews
Selasa 13 Oktober 2015, 18:59 WIB

Wabup Aceh Singkil Nilai Warga Salah Paham soal Rumah Ibadah tak Berizin

Agus Setyadi - detikNews
Banda Aceh - Dua kelompok massa di Aceh Singkil, Aceh, terlibat bentrok. Bentrokan itu terjadi diduga saat warga hendak membongkar rumah ibadah tanpa izin.

Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan, di Aceh Singkil kini berdiri sekitar 20 rumah ibadah tanpa izin. Padahal berdasarkan kesepakatan tahun 2001, di sana hanya boleh berdiri 1 gereja dan empat undung-undung.

"Sekarang ada sekitar 24 rumah ibadah tanpa izin di Aceh Singkil," kata Dulmusrid saat dihubungi detikcom dari Banda Aceh, Selasa (13/10/2015).

Setelah dilakukan musyawarah dengan semua pihak, akhirnya diputuskan untuk membongkar beberapa rumah ibadah tanpa izin. Keputusan itu dicapai dalam rapat antara bupati, anggota dewan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), ulama, ormas Islam serta tokoh masyarakat, pada Senin (12/10) di ruang pertemuan Setdakab di Pulau Sarok, Singkil.

"Rumah ibadah tanpa izin memang sudah sepakat untuk dibongkar. Tapi bukan hari ini. Menurut kesepakatan akan dibongkar Senin 19 Oktober mendatang," jelasnya.

Menurut Wabup, sebelum insiden itu terjadi pemerintah setempat sudah melakukan pembicaraan dengan semua pihak. Bahkan, tadi malam pihaknya berkoordinasi dengan semua pihak hingga pukul 05.00 WIB pagi. Tapi ada kelompok massa yang tidak puas sehingga menyebabkan terjadinya bentrok.

"Kita belum tahu yang dibakar ini gereja atau undung-undung. Yang jelas rumah ibadah dibakar," ungkap Dulmusrid.
(try/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed