DetikNews
Senin 21 September 2015, 14:27 WIB

Penampakan Bor Raksasa 'Antareja' yang Diresmikan Jokowi untuk Proyek MRT

Agung Pambudhy - detikNews
Penampakan Bor Raksasa Antareja yang Diresmikan Jokowi untuk Proyek MRT Bor Antareja (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan pengeboran perut bumi dengan bor raksasa untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Senayan, Jakarta. Bor raksasa atau Tunnel Boring Machine (TBM) itu akan melubangi jalan sepanjang Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin.

Bor Antareja (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


Ada 4 mesin TBM yang akan dioperasikan. TBM pertama bernama 'Antareja' yang mulai beroperasi dari titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan. Nama Antareja sendiri merupakan pemberian dari Presiden Jokowi. Dalam dunia pewayangan, Antareja adalah anak Bima yang bisa masuk ke dalam tanah.

Petugas mengecek proses pengeboran (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


Antareja memiliki diameter 6,7 meter, panjang 43 meter dan bobotnya 323 ton.  Bor raksasa tersebut akan bekerja setiap hari hingga Desember 2016. Setiap harinya mesin itu bisa melubangi jalan sepanjang 8 meter.

Bor Antareja (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


Pengeboran terowongan TBM pertama ini adalah proyek MRT Jakarta fase I sepanjang 15,7 kilometer (km). Terowongan akan dibangun dari Patung Pemuda hingga Bundaran HI, lalu diteruskan pada fase II.

Lokasi pengeboran jalur kereta bawah tanah ini berada di Stasiun Bundaran Senayan, di bawah Patung Pemuda.


Maket mata bor raksasa Antareja (Foto: Agung Pambudy/detikcom)


Mesin bor ini diproduksi perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC), menggunakan teknologi Earth Pressure Balance (EPB) pertama di Indonesia.

Material bor untuk pengeboran bawah tanah MRT (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, sudah terjadi beberapa pergantian gubernur di DKI Jakarta tapi proyek ini belum juga diputuskan, hingga akhirnya saat dirinya memimpin DKI Jakarta proyek ini dimulai 10 Oktober 2013. Ia mengatakan, pembangunan transportasi massal tak akan mendatangkan keuntungan sehingga yang penting adalah soal subsidi dan alokasi subsidinya dari mana.

Presiden Jokowi meresmikan pengeboran MRT (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


"MRT, 26 tahun tidak diputus-putuskan. Kenapa? Yang dihitung-hitung untung ruginya. Sampai kapan pun pakai metode apa pun pasti nggak akan ketemu untung. Ini kepentingan massal," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi mengecek bor raksasa (Foto: Agung Pambudhy/detikcom

(slm/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed